office@sheepindonesia.org

Select your language

Image
Image

Kegiatan Program

Pelatihan Energi Terbarukan Perkuat Kapasitas CSO dan OMB di Nusa Tenggara Timur

 

Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) telah melaksanakan Pelatihan Dasar Energi Terbarukan bagi Organisasi Masyarakat Sipil (CSO) di Nusa Tenggara Timur pada 28 sampai 29 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 19 (60 peserta) peserta yang berasal dari 19 CSO, termasuk perwakilan OMB Oel Hun Fatuteta.

Pelatihan tersebut telah menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman CSO mengenai prinsip dasar energi terbarukan serta mendorong pemanfaatannya dalam mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah kerja masing-masing.

Pada hari pertama, peserta telah mendapatkan materi mengenai prinsip dasar energi terbarukan yang meliputi pendalaman mengenai teknologi energi Surya, mulai dari prinsip kerja, komponen sistem hingga konfigurasi kebutuhan dan skema pemanfaatan PLTS serta cara menghitung daya, tegangan serta energi yg dibutuhkan sebagai dasar pemasangan PLTS. Peserta juga telah mempelajari potensi pemanfaatan energi terbarukan sesuai dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Materi tersebut disampaikan oleh Ikbal team program NTT NZE dari IESR dan perwakilan SMK N 5 Kupang yang telah menjelaskan mengenai gambaran umum kondisi energi di NTT, prinsip dasar energi terbarukan serta mengenal energi Surya dan komponen PLTS.

Penerapan PLTS di OMB Oel Hun Fatuteta

 

 

Pada hari kedua, pelatihan telah dilanjutkan dengan pembekalan keterampilan teknis dasar Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui praktik langsung di lapangan. Peserta telah mendapatkan pengalaman mengenai kelayakan lokasi pemasangan PLTS, teknis pemasangan PLTS dan pemasangan komponen PLTS.

OMB Oel Hun Fatuteta dipilih menjadi lokasi percontohan dalam pemasangan PLTS untuk mendukung kegiatan budidaya ternak ayam kampung yang telah dikembangkan oleh OMB. Sistem PLTS yang dipasang memiliki kapasitas  1100 Wp/kWp dan terdiri dari 2 panel surya, 2  baterai, dan 1 inverter yg dipasang secara hybrid.

Praktik tersebut telah memberikan pengalaman kepada peserta mengenai proses pemasangan, penggunaan, serta pemeliharaan dasar PLTS. Peserta juga telah mempelajari bagaimana energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

 

Mendorong Pemanfaatan Energi Terbarukan oleh OMB

OMB Oel Hun Fatuteta diharapkan dapat menjadi contoh bagi OMB lainnya dalam memanfaatkan dan memelihara PLTS untuk mendukung pengembangan usaha. Pemanfaatan PLTS tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan budidaya ayam kampung dengan kebutuhan energi sebesar 300 Watt.

Selain menjadi contoh praktek pemanfaatan energi terbarukan, pengalaman tersebut juga diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat dan OMB lain yang memiliki potensi pengembangan usaha berbasis energi terbarukan.

Peran CSO dalam Mendorong Energi Baru Terbarukan

Pelatihan tersebut juga telah memperkuat kapasitas CSO lokal untuk memberikan pemahaman mengenai energi baru terbarukan kepada masyarakat di wilayah kerja masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan melalui pendampingan program dan implementasi langsung di lapangan sehingga masyarakat memahami pentingnya energi baru terbarukan untuk energi yang lebih bersih dan mendorong ekonomi hijau.

Salah satu peserta, Nitanel Manune perwakilan dari OMB Oel Hun, menyampaikan bahwa PLTS yg telah dipasang merupakan berkat dan juga tanggungjawab bersama sehingga perlu ada alokasi dana yg disisihkan dari keuntungan untuk perawatan sehingga PLTS dapat terus bermanfaat.

 

Rencana Tindak Lanjut

 

Rencana tindak lanjut kegiatan peningkatan kapasitas tersebut akan dilanjutkan sesuai dengan perkembangan dinamika lapangan dan dampak dari pelatihan. IESR akan kembali memfasilitasi proses penguatan kapasitas sesuai dengan kebutuhan yang berkembang.

Tindak lanjut tersebut akan mencakup perhitungan keuntungan penerapan PLTS, pendampingan teknis dari SMK N 5 Kupang dan pengembangan program energi baru terbarukan dengan waktu pelaksanaan pada awal bulan November 2026.

Melalui pelatihan tersebut, YSI bersama IESR telah memperkuat kapasitas CSO dan OMB dalam memahami serta menerapkan energi terbarukan. Pembelajaran yang telah diperoleh diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di wilayah kerja masing-masing.

Image

Hubungi Kami

fas fa-phone-flip
far fa-envelope
fas fa-location-dot

Location

Yogyakarta 55221, Indonesia