office@sheepindonesia.org

Select your language

Image
Image

Kegiatan Program

Pertemuan Climate Justice Warior (CJW): Ketika Generasi Muda Bergerak Menjaga Iklim

 

 

Di tengah ancaman krisis ekologis yang kian nyata di Yogyakarta, mulai dari lonjakan wisatawan, alih fungsi daerah tangkapan air di kaki Gunung Merapi, hingga dominasi beton yang menutup resapan tanah, sebuah gerakan penyadaran publik lahir dari bangku sekolah. Bertempat di Studio 2 Yayasan SHEEP Indonesia (YSI), aliansi pelajar dan pesantren yang tergabung dalam Climate Justice Warrior (CJW) menggelar konsolidasi strategis untuk merancang peta jalan aksi 6 bulan ke depan.

Pertemuan ini bukan diskusi biasa, melainkan media gerakan, ide, dan kreatifitas anak muda yang sadar bahwa mereka adalah pihak yang paling lama dan paling rentan menanggung dampak krisis iklim akibat kebijakan masa lalu. Mereka menggagas aksi dan mewujudkan harapan, melalui kampanye yang akan dilakukan.

 

Portofolio Aksi Nyata Lintas Sekolah

Berdasarkan laporan dalam forum anak yang didampingi Yayasan SHEEP Indonesia (YSI), 8 sekolah anggota CJW jenjang SMP dan SMA telah menggerakkan inisiatif akar rumput yang luar biasa:

  • MA Masyithoh: Membentuk struktur organisasi Eco Justice Warrior yang fokus pada isu sampah, merencanakan edukasi berbasis konten sungai, serta merekrut dan membimbing 9 kader muda.

  • SMA Bumi Cendekia (Eco Piece): Mengintegrasikan Eco-Piece ke dalam ekosistem pesantren ekologi serta memberikan edukasi lingkungan kepada 30 anak dalam kegiatan outing.

  • SMP Bumi Cendekia: Sukses menjaring anggota baru melalui mading sekolah dan mendelegasikan 56 siswa (terbagi dalam 4–5 kelompok) untuk melakukan wawancara lapangan membandingkan kondisi iklim masa lalu dan masa kini.

  • SMP IT Abu Bakar: Menyisipkan materi perubahan iklim dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada 41 peserta, serta merintis open recruitment Eco Youth Friends (EYF).

  • SMP BOPKRI TIGA: Menginisiasi fasilitas pemilahan botol plastik mandiri, berkoordinasi langsung dengan Kepala Sekolah, serta merancang program rutin 'Reresik' setiap dua minggu sekali.

  • MA Nur Iman & MTs Masyithoh: Mengisi materi keadilan iklim melalui penanaman dan perawatan pohon mandiri bersama  Matamuda (diikuti 43 peserta), serta menggelar bedah film dokumenter lingkungan Timbul Sloko bersama para guru.

 

 

Menatap Masa Depan: Konservasi Air dan Kemah Bersama

Menjawab darurat krisis air bersih di Jogja akibat alih fungsi lahan tangkapan air, forum sepakat untuk menggelar Kemah Konservasi Air yang dijadwalkan pada awal November atau akhir Desember 2026.

Agenda kemah ini dirancang komprehensif, mulai dari susur sungai (trekking), bersih lingkungan, riset ekologis, pemutaran film lingkungan, hingga outbound edukatif. Hebatnya, struktur kepanitiaan disusun secara mandiri oleh para pelajar, dipimpin oleh Sophie sebagai Ketua dan Alba sebagai Wakil.

"Forum ini adalah milik kalian. Anak-anak memiliki kekuatan kolektif yang berdampak besar untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada alam," tegas perwakilan YSI dalam penutupan acara dan menguatkan semangat anak-anak.

Image

Hubungi Kami

fas fa-phone-flip
far fa-envelope
fas fa-location-dot

Location

Yogyakarta 55221, Indonesia