office@sheepindonesia.org

Select your language

Image
Image

Kegiatan Program

Gerakan Bersama Gereja, Pemerintah, dan Masyarakat dalam Festival dan Kampanye Pangan Lokal

 

Sebagai bagian dari implementasi Program Sistem Pangan Lokal yang Mandiri dan Berkelanjutan yang diinisiasi oleh Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) di Wilayah Kupang, sebuah kegiatan Festival dan Kampanye Pangan Lokal telah digelar di Gereja Efrata Karisin, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.

 

Pemilihan Gereja Efrata Karisin sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Dengan cakupan jemaat yang luas dan tersebar di berbagai wilayah, gereja ini memiliki posisi strategis sebagai pusat edukasi dan gerakan moral. Posisi ini dimanfaatkan untuk mengampanyekan secara masif pentingnya konsumsi dan produksi pangan lokal kepada masyarakat.

 

Program Sistem Pangan Yang Mandiri Dan Berkelanjutan ini bertujuan untuk:

  1. Mengangkat kembali kekayaan pangan lokal yang selama ini tergerus oleh modernisasi pangan.
  2. Menjadikan pangan lokal sebagai sumber kehidupan yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi bagi petani dan pelaku usaha mikro.
  3. Mendorong ketahanan pangan yang adaptif terhadap perubahan iklim, dengan memanfaatkan varietas lokal yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem.
  4. Mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan, dari hulu ke hilir, demi masa depan generasi mendatang.

Dengan sinergi antara lembaga pendamping (YSI), institusi keagamaan (Gereja Efrata Karisin), dan masyarakat, kampanye ini diharapkan menjadi gerakan kolektif yang mampu mengubah pola pikir dan kebiasaan konsumsi, sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis sumber daya alam yang ramah lingkungan.

 


 
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari perwakilan jemaat, kelompok perempuan, kelompok tani, pemerintah desa dan kecamatan, Pemerintah Kabupaten Kupang, Puskesmas, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Sinode GMIT, serta Majelis Klasis Kupang Timur.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pawai Pangan Lokal yang menampilkan keberagaman hasil pertanian dan olahan tradisional, seperti jagung lokal, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan ternak lokal, sebagai media edukasi publik. Pawai ini diramaikan oleh mitra NGO dan kelompok musik Ukulele yang membawakan pertunjukan bertema lingkungan dan pangan dalam bahasa daerah.

 

Kegiatan berlanjut dengan Ibadah Syukur, pemberkatan benih sebagai simbol harapan musim tanam, serta syukur atas panen yang telah diperoleh. Festival juga diisi dengan lomba olahan pangan lokal, ruang berbagi pengetahuan tentang pengolahan sehat, dan diskusi peluang usaha pangan berbasis rumah tangga. Kelompok perempuan jemaat turut memamerkan produk olahan yang telah menjadi sumber pendapatan tambahan keluarga.

 

Sepanjang festival, lahir sejumlah komitmen bersama, di antaranya:

  • Penguatan edukasi pangan lokal di lingkungan jemaat,
  • Pengembangan kebun pangan lokal keluarga di jemaat dampingan,
  • Pendampingan teknis dari pemerintah daerah, serta
  • Pelatihan pengolahan dan pemasaran pangan lokal bagi masyarakat dan jemaat.


 


Festival ini menjadi momentum strategis untuk menghidupkan kembali pangan lokal sebagai sumber kehidupan yang sehat, bernilai ekonomi, adaptif terhadap iklim, dan berkelanjutan.

 

Perwakilan Klasis Kupang Timur menyampaikan bahwa “Kami siap mewujudkan kemandirian pangan lokal sebagai bentuk kasih kepada sesama dan kepedulian terhadap kelestarian alam ciptaanNYA” Pernyataan tersebut menegaskan peran gereja dalam upaya mengangkat potensi pangan lokal untuk mewujudkan kemandirian pangan masyarakat. 

Image

Hubungi Kami

fas fa-phone-flip
far fa-envelope
fas fa-location-dot

Location

Yogyakarta 55221, Indonesia