Select your language


Kegiatan Program
Pemetaan Partisipatif Pasca Banjir di Desa Balingkarang

Rapid Participatory Assessment (RPA) pasca banjir telah dilaksanakan di Desa Balingkarang, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gender-sensitive WASH and Shelter Assistance for Vulnerable Communities in Aceh (GWS Aceh) yang dilaksanakan oleh Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak banjir melalui penyediaan layanan WASH dan shelter yang aman, inklusif, dan sensitif gender.
Asesmen dilakukan bersama masyarakat Desa Balingkarang dengan melibatkan Datuk/Kepala Desa, Sekretaris Desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, kelompok lansia, penyandang disabilitas, serta warga terdampak banjir dalam mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas pemulihan sesuai kondisi nyata di lapangan.

Melalui diskusi kelompok, pemetaan partisipatif, dan penelusuran lapangan bersama warga, masyarakat memetakan kondisi sumber air, fasilitas sanitasi, serta kebutuhan hunian pasca banjir. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses in-depth assessment yang menjadi dasar perencanaan intervensi pemulihan pada sektor air bersih, sanitasi, promosi higiene, dan shelter.
Hasil pemetaan menunjukkan adanya sejumlah titik sumber air yang mengalami gangguan fungsi akibat banjir, baik karena kerusakan instalasi, penurunan debit, maupun pencemaran. Berdasarkan temuan tersebut warga bersama tim YSI turut mengidentifikasi potensi sumber air alternatif yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemulihan akses air bersih.
Pada sektor sanitasi, masyarakat mengidentifikasi kebutuhan perbaikan sarana jamban keluarga yang ramah lansia, disabilitas, dan sensitif gender. Sementara pada sektor shelter, warga menyampaikan kebutuhan ruang privat yang aman dan layak bagi perempuan dan kelompok berisiko lainnya pada hunian sementara, termasuk dukungan material untuk penambahan ruang.
Data awal yang dihasilkan menunjukkan bahwa terdapat 11 sumur bor yang tidak berfungsi secara optimal, 25 rumah kehilangan akses jamban dan belum memiliki ruang privat untuk perempuan, serta adanya potensi penurunan status gizi anak karena hilangnya mata pencaharian orang tua. Selain itu, teridentifikasi dua potensi sumber mata air baru yang dapat digunakan sebagai sumber air untuk instalasi pemipaan. Data ini nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan rencana intervensi pemulihan di Desa Balingkarang dan desa-desa sasaran lainnya.

Ridho, Manager Area GWS Aceh menyampaikan, “Pemetaan partisipatif ini memastikan bahwa proses pemulihan dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat khususnya perempuan dan kelompok rentan yang menjadi dasar utama dalam menentukan prioritas intervensi agar layanan WASH dan shelter yang dibangun benar-benar aman, inklusif, dan bermanfaat”
Hasil asesmen akan ditindaklanjuti melalui verifikasi teknis bersama pemerintah desa dan pihak terkait untuk menentukan prioritas pemulihan akses air bersih, sanitasi, dan hunian bagi warga terdampak banjir di Desa Balingkarang.
EN 