Select your language


Kegiatan Program
Bersama Warga, YSI Pulihkan Lingkungan Pascabencana di Aceh Timur
Penataan kembali lingkungan setelah bencana telah membutuhkan keterlibatan masyarakat sekaligus dukungan terhadap keluarga yang terdampak secara ekonomi. Melalui Proyek HAP KPP (Hak Anak untuk Pendidikan, Kesehatan, Perlindungan dan Partisipasi Anak Pascabencana), Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) bersama masyarakat telah melaksanakan kegiatan land clearing atau padat karya berbayar di Desa Pante Kera dan Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan tersebut telah dilaksanakan dengan titik kegiatan berada di lingkungan perkampungan dan lingkungan sekolah. Pada 3 September, kegiatan dilaksanakan di lokasi perkampungan Desa Pante Kera, pada 17 September di lokasi perkampungan Desa Batu Sumbang, dan pada 20 September di lokasi sekolah SDN Pante Kera.
Secara keseluruhan, kegiatan telah melibatkan 90 partisipan, dengan 30 partisipan yang berbeda pada setiap pelaksanaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 laki-laki dan 28 perempuan telah terlibat dalam kegiatan.
Proyek HAP KPP merupakan program “Pemenuhan Hak Anak di Bidang Pendidikan, Kesehatan, Perlindungan dan Partisipasi Anak Pascabencana” yang telah dilaksanakan YSI di Kabupaten Aceh Timur. Program tersebut telah mendukung 150 anak dan 90 keluarga terdampak bencana melalui penguatan akses terhadap pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan partisipasi dalam lingkungan yang aman dan inklusif.
Banjir bandang yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat dan keberlangsungan layanan dasar. Di Desa Pante Kera dan Desa Batu Sumbang, bencana tersebut berdampak pada 225 keluarga, dengan 165 rumah mengalami kerusakan.
Dampak bencana tidak hanya dirasakan pada tingkat rumah tangga, tetapi juga pada berbagai fasilitas publik yang menjadi penopang kehidupan masyarakat. Berdasarkan hasil asesmen lapangan YSI, fasilitas yang terdampak meliputi sarana pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, akses jalan, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta fasilitas pemerintahan. Kerusakan dan gangguan fungsi pada sejumlah fasilitas tersebut menyebabkan terganggunya akses masyarakat terhadap layanan dasar. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya rehabilitasi, pemulihan fungsi fasilitas publik, dan penguatan kembali layanan dasar di kedua desa.
Menata Lingkungan Perkampungan dan Sekolah
Kegiatan padat karya berbayar telah dilaksanakan di beberapa titik pada lingkungan perkampungan dan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir bandang. Di lingkungan perkampungan, kegiatan mencakup pembersihan semak belukar, rumput, vegetasi, serta berbagai material yang menghambat pemanfaatan dan penataan kembali ruang.
Di Desa Pante Kera dan Desa Batu Sumbang, masyarakat telah melakukan pembersihan area perkampungan dengan total luas sekitar 1.500 m². Sementara itu, di lingkungan pendidikan, kegiatan pembersihan dilaksanakan di SDN Pante Kera, dengan fokus pada area sekolah yang terdampak dan membutuhkan penataan kembali.
Selain pembersihan vegetasi, kegiatan juga mencakup pengangkatan, pengumpulan, dan pemindahan material sisa banjir bandang, antara lain lumpur, kayu, serta material bangunan yang rusak dan tidak lagi digunakan. Material yang telah dikumpulkan kemudian dipindahkan ke lokasi yang telah ditentukan dan dilanjutkan dengan penataan serta pembersihan akhir sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi.
Secara keseluruhan, sekitar 50 m³ material sisa banjir berhasil dikumpulkan dan dipindahkan. Kegiatan ini membantu mengembalikan kondisi lingkungan perkampungan dan fasilitas pendidikan agar menjadi lebih bersih, aman, tertata, dan dapat kembali dimanfaatkan, sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana.
Padat Karya Mendukung Ekonomi Keluarga
Kegiatan tersebut telah menggunakan mekanisme padat karya berbayar, yaitu masyarakat yang terlibat memperoleh imbalan atas pekerjaan yang dilakukan.
Setiap kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembersihan dan pemulihan lingkungan. Di SDN Pante Kera, masyarakat melakukan pembersihan meja dan kursi, atap seng, halaman sekolah, serta saluran drainase di depan sekolah. Sementara itu, di lingkungan perkampungan Desa Pante Kera dan Desa Batu Sumbang, masyarakat terlibat dalam pembersihan jalan yang tertutup lumpur dan material kayu, termasuk area di depan Masjid Alur Merbo, Desa Pante Kera, serta area Polindes Desa Batu Sumbang yang terdampak material sisa banjir.
Pembersihan di sekitar Polindes Batu Sumbang menjadi bagian penting dalam pemulihan lingkungan fasilitas kesehatan agar area layanan kesehatan kembali bersih, aman, dan mendukung akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar.
Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diarahkan untuk mengembalikan fungsi ruang publik, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan akses masyarakat yang terdampak banjir, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman, nyaman, dan dapat kembali dimanfaatkan.
Skema padat karya memberikan kesempatan kepada keluarga terdampak untuk memperoleh tambahan pendapatan sekaligus terlibat secara langsung dalam proses pemulihan dan penataan lingkungan tempat tinggal mereka. Kegiatan ini memberikan manfaat ganda, yaitu membantu memperkuat ekonomi keluarga dalam masa pemulihan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.
Salah satu warga peserta kegiatan, Pak Jamin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu warga. Selain memperoleh tambahan pendapatan bagi keluarga, hasil kegiatan juga membuat anak-anak dapat kembali bermain dan beraktivitas di ruang yang lebih aman, bersih, dan nyaman.
Pelibatan warga dalam kegiatan dilakukan berdasarkan kebutuhan pekerjaan serta hasil koordinasi bersama pemerintah desa dan para pihak terkait. Proses koordinasi tersebut melibatkan 13 orang, yang terdiri atas 6 perwakilan Pemerintah Desa, 4 perwakilan pihak sekolah, dan 3 perwakilan YSI. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan pembagian peran, kebutuhan kegiatan, serta pelaksanaan di lapangan dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan kondisi setempat.
Mendukung Hak Anak melalui Ruang yang Aman
Kegiatan padat karya merupakan salah satu bagian dari rangkaian intervensi Proyek HAP KPP dalam mendukung pemenuhan hak anak di wilayah terdampak bencana. Intervensi ini tidak hanya diarahkan pada pemulihan kondisi lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga yang turut memengaruhi kemampuan anak dalam memperoleh hak atas pendidikan, kesehatan, perlindungan, serta ruang yang aman untuk tumbuh dan berpartisipasi.
Dalam konteks tersebut, dukungan terhadap ekonomi keluarga melalui kegiatan padat karya dan pemulihan lingkungan permukiman maupun sekolah menjadi dua upaya yang saling melengkapi. Padat karya memberikan kesempatan kepada warga terdampak untuk memperoleh penghasilan sementara, sekaligus melibatkan mereka secara langsung dalam proses pemulihan lingkungan tempat tinggal dan ruang aktivitas anak.
Kegiatan pembersihan dilaksanakan di lingkungan perkampungan Desa Pante Kera dan Desa Batu Sumbang, serta di SDN Pante Kera. Di lingkungan perkampungan, kegiatan mencakup pembersihan lumpur, semak belukar, rumput, vegetasi, dan material sisa banjir yang menghambat akses serta pemanfaatan ruang. Saluran air yang sebelumnya tersumbat lumpur dibersihkan, material sisa bangunan yang rusak dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, dan jalan yang tertutup lumpur kembali dapat digunakan oleh masyarakat.
Di SDN Pante Kera, kegiatan difokuskan pada pembersihan dan penataan kembali halaman sekolah serta saluran drainase yang sebelumnya mengalami genangan akibat timbunan lumpur. Setelah dilakukan pembersihan, lingkungan sekolah menjadi lebih tertata dan dapat kembali digunakan untuk berbagai kegiatan, antara lain upacara bendera, olahraga, pembelajaran, dan aktivitas sekolah lainnya.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan padat karya tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi bagi keluarga yang terlibat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pemulihan fungsi ruang publik dan fasilitas pendidikan. Dengan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman, masyarakat dapat kembali memanfaatkan ruang bersama, sementara anak-anak memiliki lingkungan yang lebih mendukung untuk belajar, bermain, beraktivitas, dan berpartisipasi.
Dalam pelaksanaannya, aspek keselamatan dan keamanan menjadi perhatian dengan memastikan peserta memperoleh arahan mengenai penggunaan alat dan pelaksanaan pekerjaan secara aman. Material hasil pembersihan juga dikelola dan dipindahkan ke lokasi yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar. Sebelum kegiatan dimulai, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tujuan, proses, dan ketentuan kegiatan dari Area Manajer Proyek HAP KPP YSI, sehingga pelaksanaan dapat berlangsung secara terarah dan sesuai dengan tujuan pemulihan pascabencana.
Pelaksanaan kegiatan pada September 2026 telah menunjukkan bahwa upaya pascabencana dapat dilakukan melalui kerja bersama yang sekaligus memperhatikan kebutuhan lingkungan dan ekonomi keluarga.
Melalui Proyek HAP KPP, YSI telah mendorong keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari proses tersebut. Warga telah berkontribusi dalam menata ruang di sekitar tempat tinggal dan sekolah, sementara mekanisme padat karya telah memberikan manfaat ekonomi bagi mereka yang terlibat.
Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, kondisi lingkungan perkampungan dan sekolah di Desa Pante Kera dan Desa Batu Sumbang menunjukkan perubahan yang lebih baik. Saluran air yang sebelumnya tersumbat lumpur telah dibersihkan, material sisa bangunan telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, dan akses jalan yang sebelumnya tertutup lumpur telah kembali terbuka dan dapat digunakan.
Kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung kepada 90 warga atau 90 keluarga yang tinggal di wilayah terdampak. Perubahan kondisi lingkungan ini tidak hanya mendukung pemulihan fasilitas dan akses masyarakat, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman bagi warga, termasuk anak-anak.
Menurut Pak Razak, selaku Geuchik Desa Batu Sumbang, kegiatan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain membantu menambah pendapatan dan mendukung ekonomi keluarga, kegiatan ini juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan nyaman bagi anak-anak.
Bersama warga, YSI telah mendukung langkah pascabencana di Aceh Timur dengan menata ruang yang terdampak, membuka kesempatan memperoleh penghasilan, dan memperkuat dukungan bagi anak serta keluarga.
EN 