Select your language


Kegiatan Program
Pemulihan Pasca Banjir, SHEEP Indonesia Gelar Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Kesehatan bagi Lansia di Pematang Durian
Â
Â
Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) bersama bidan desa melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan edukasi gizi bagi warga lanjut usia di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan masyarakat pasca banjir dengan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan dalam aspek kesehatan dan pemenuhan gizi.
Desa Pematang Durian yang berada di sekitar aliran Sungai Tamiang memiliki risiko menghadapi berbagai masalah kesehatan ketika curah hujan meningkat dan menyebabkan luapan air. Penyakit seperti diare, ISPA, dan penyakit kulit dapat muncul dalam situasi tersebut. Melalui kegiatan ini, YSI juga mendorong upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit tidak menular yang perlu mendapat perhatian dalam proses pemulihan pasca bencana.
Project Manager YSI, Evi Novita, menyampaikan bahwa situasi pasca bencana menjadi momentum untuk melihat kembali kondisi kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat. Perhatian tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan bagi lansia, meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar lengan, serta pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Kegiatan ini melibatkan Kader Posyandu Desa Pematang Durian dan tenaga kesehatan setempat. Hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam memberikan edukasi kepada peserta sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Â
Edukasi gizi difokuskan pada pola konsumsi sehari-hari. Lansia dengan kadar gula darah tinggi dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula. Sementara peserta dengan kadar kolesterol dan asam urat tinggi mendapatkan penjelasan mengenai makanan yang perlu dibatasi serta pilihan konsumsi yang lebih sesuai.
Melalui kegiatan ini, para lansia diharapkan dapat lebih memahami kondisi kesehatannya dan menerapkan pola makan yang seimbang dalam kehidupan sehari-hari. YSI juga menyalurkan paket gizi sebagai dukungan tambahan bagi lansia yang mengikuti kegiatan.
Datuk Penghulu Pematang Durian, Abdul Rahman, menyampaikan bahwa proses pemulihan membutuhkan semangat dan kemandirian masyarakat. Menurutnya, bantuan dapat mendukung pemulihan, sementara pengetahuan dan kemampuan menjaga kesehatan perlu terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
EN 