Select your language


Kegiatan Program
Rapat Staf Semester I Tahun 2026 Menguatkan Konsolidasi, Akuntabilitas, dan Kolaborasi Antar Komisi Biro
YOGYAKARTA – Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) telah menyelenggarakan Rapat Staf Semester I Tahun 2026 pada 14 hingga 16 Juli 2026 di Ruang M. Soetopo, STPMD APMD Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang staf dari empat komisi dan dua biro sebagai ruang konsolidasi organisasi untuk mengevaluasi capaian Semester I, menyusun penyesuaian perencanaan Semester II Tahun 2026, menyampaikan kebijakan pengurus, sekaligus memperkuat kapasitas serta kolaborasi antar staf.

Hari Pertama; Merefleksikan Capaian
Hari pertama dibuka dengan pengantar dari Ketua Pengurus YSI, Yulia Rina Wijaya. Dalam pengantarnya, ia mengajak seluruh staf melihat kembali tantangan organisasi masyarakat sipil di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik. Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya menghasilkan program yang baik, tetapi juga harus mampu menunjukkan dampak yang nyata melalui tata kelola yang akuntabel.
"Kita harus merebut kembali ruang sipil. Visibility harus tetap humble, tetapi ketika berbicara tentang akuntabilitas, kita harus tegas tanpa meninggalkan martabat mitra," ungkap Yulia Rina Wijaya.
Pengantar tersebut menjadi pijakan bagi seluruh sesi presentasi capaian program dari Komisi Manajemen Bencana, Komisi Perubahan Iklim, Komisi Pelayanan Kesehatan Primer, Komisi Penguatan OMS, Biro Sekretariat, hingga Biro Keuangan. Setiap komisi memaparkan dinamika implementasi program, capaian yang telah diraih, serta pembelajaran yang diperoleh selama Semester I Tahun 2026. Tidak hanya memaparkan presentasi dan memberikan apresiasi, staf yang hadir juga menawarkan berbagai perspektif baru agar program semakin relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Tri Sulistyowati menyoroti pentingnya pembelajaran organisasi melalui penguatan sistem monitoring. "Monitoring selama ini sering dimaknai harus bertemu langsung. Padahal kita perlu mulai mendesain monitoring berbasis digital yang bisa disepakati bersama," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Hariyoso yang mengingatkan bahwa konsolidasi tidak cukup hanya dilakukan pada level aktivitas. "Konsolidasi bukan hanya tentang program dan aktivitas, tetapi juga bagaimana kita membangun kesepahaman mengenai metode dan strategi bersama."
Masukan-masukan tersebut memperkaya diskusi dan menjadi catatan penting dalam penyempurnaan program organisasi ke depan khususnya di masing-masing komisi dan biro.

Hari Kedua; Menyempurnakan Perencanaan dan Memperkuat Kolaborasi
Hari kedua difokuskan pada penyesuaian perencanaan Semester II Tahun 2026. Setiap komisi dan biro mempresentasikan kembali rencana kerja yang telah disusun untuk memperoleh masukan dari seluruh peserta sebelum menjadi dokumen perencanaan bersama.
Pada awal sesi, Yulia Rina Wijaya kembali mengingatkan bahwa kualitas perencanaan organisasi telah berkembang cukup baik, namun masih perlu diimbangi dengan penguatan monitoring dan evaluasi. "Kekuatan YSI sekarang ada di perencanaan. Kelemahannya ada di monitoring dan evaluasi."
Pernyataan tersebut menjadi tema besar sepanjang diskusi. Hampir seluruh masukan yang muncul berkaitan dengan bagaimana organisasi dapat menghasilkan data yang lebih kuat, sistem monitoring yang lebih efektif, serta dokumentasi pengetahuan yang lebih terstruktur.
Sementara itu, Fauzi Yulia Rahman mengajak seluruh peserta melihat pentingnya komunikasi organisasi sebagai bagian dari akuntabilitas publik. "Branding lembaga perlu memiliki arah yang disepakati bersama. Publik harus mengenal YSI bukan hanya dari programnya, tetapi juga dari nilai yang dibangun."
Pembahasan kemudian berkembang pada berbagai isu strategis lainnya, seperti digitalisasi organisasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), penguatan pangkalan data, fund-raising, dokumentasi pengetahuan, serta peningkatan publikasi kegiatan lapangan. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bagian dari penyempurnaan rencana kerja Semester II Tahun 2026.

Hari Ketiga; Refleksi untuk Menguatkan Sinergi
Rangkaian kegiatan ditutup melalui sesi Refleksi Diri yang dirancang untuk membantu seluruh staf mengenali potensi diri, memperkuat komunikasi, serta membangun kolaborasi yang lebih sehat di lingkungan kerja. Melalui proses ini, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh pencapaian masing-masing komisi, tetapi juga oleh kemampuan seluruh staf untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.
EN 