office@sheepindonesia.org

Select your language

Image
Image

Kegiatan Program

YSI Gelar Diskusi Kritis tentang Perubahan Konteks dan Masa Depan Organisasi Masyarakat Sipil dalam Penyusunan Renstra 2027–2032

 

 

Memasuki proses penyusunan Rencana Strategis (Renstra) periode 2027–2032 sebagai kelanjutan dari Renstra 2022–2027, Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) menggelar diskusi kritis untuk membaca kembali perubahan konteks eksternal dan relevansinya terhadap arah organisasi ke depan.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi bagi YSI untuk melihat perjalanan organisasi, mempertanyakan kembali pendekatan yang selama ini digunakan, serta memperoleh perspektif dari pihak eksternal. Masukan tersebut diharapkan dapat membantu YSI membaca perubahan lingkungan sosial, politik, ekonomi, pendanaan, serta dinamika organisasi masyarakat sipil di Indonesia.

 

Membaca Kembali Perubahan Ruang Masyarakat Sipil 

Diskusi menghadirkan Nani Sulminarni, aktivis masyarakat sipil dan salah satu penggerak gerakan perempuan, yang membagikan pengalaman panjangnya dalam membangun dan mentransformasi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS). Ia juga berbagi pengalaman mengenai perubahan bentuk organisasi setelah perjalanan lebih dari dua dekade.

Dalam diskusi, Nani mengajak YSI untuk melihat kembali sejumlah asumsi yang selama ini digunakan dalam membaca kondisi masyarakat sipil. Salah satunya adalah anggapan bahwa ruang masyarakat sipil semakin menyempit. Menurutnya, ruang perubahan justru dapat muncul dalam bentuk yang berbeda, terutama melalui media sosial, perubahan narasi, dan ruang digital.

“Sekarang ruangnya itu justru lebih luas, lebih leluasa, tapi di ruang yang berbeda dari sebelumnya.”

 

Pergeseran Sumber Daya dan Ruang Perubahan 

Perubahan tersebut juga terlihat dalam pola mobilisasi sumber daya. Menurut Nani, sumber daya dan pendanaan tidak selalu semakin sedikit. Sebagian sumber daya justru bergeser ke ruang digital dan sektor-sektor yang sebelumnya tidak menjadi bagian utama dari ekosistem OMS.. Karena itu, organisasi perlu membaca kembali perubahan tersebut agar tidak hanya melihat sumber daya dari pola pendanaan konvensional.

 

Meninjau Kembali Peran Organisasi dalam Ekosistem Perubahan 

Diskusi kemudian mengarah pada pertanyaan mengenai posisi OMS dalam menciptakan perubahan. Nani memperkenalkan perspektif tentang ekosistem perubahan yang mencakup berbagai peran, mulai dari pelaku perubahan di tingkat akar rumput, orkestrator kolaborasi, navigator isu, penjalin jejaring, pembangun narasi baru, hingga penghubung sumber daya.

Perspektif tersebut menempatkan organisasi tidak selalu sebagai pelaksana utama perubahan. Organisasi juga dapat mengambil peran sebagai bagian dari ekosistem yang mempertemukan berbagai aktor dan sumber daya untuk mendorong perubahan yang lebih sistemik.

 

Pembelajaran dari Transformasi Organisasi 

Pengalaman transformasi organisasi yang dibagikan Nani juga menjadi salah satu pembelajaran penting. Ia menceritakan bagaimana Yayasan PEKA kemudian dibubarkan setelah perjalanan lebih dari dua dekade. Keputusan tersebut dilakukan setelah melalui proses refleksi panjang mengenai relevansi bentuk organisasi, perubahan gerakan, serta kebutuhan untuk mendefinisikan kembali peran dalam ekosistem masyarakat sipil.

“Peran-peran kita ini sebetulnya sudah harus diredefine, diubah perannya menjadi bagian dari ekosistem itu.”

Pengalaman tersebut membuka ruang refleksi bagi YSI untuk mempertanyakan kembali peran organisasi dalam lima tahun mendatang. Salah satu pertanyaan yang mengemuka adalah sistem perubahan seperti apa yang ingin dipengaruhi YSI dan ekosistem apa yang perlu dibangun atau diperkuat melalui kerja-kerja organisasi.

Diskusi juga menyoroti pentingnya membangun keterhubungan antara organisasi masyarakat sipil, pemerintah, sektor swasta, komunitas, serta aktor perubahan lainnya. Perubahan konteks menuntut organisasi untuk melihat relasi tersebut secara lebih terbuka dan mencari bentuk kolaborasi yang dapat memperkuat agenda perubahan.

Bagi YSI, diskusi ini menjadi salah satu bahan refleksi dalam proses review dan penyusunan Renstra 2027–2032. Perspektif yang diperoleh diharapkan dapat membantu YSI mempertajam pembacaan terhadap konteks eksternal, meninjau kembali peran organisasi masyarakat sipil, serta merumuskan posisi dan pendekatan YSI agar  tetap relevan dengan perubahan ekosistem di masa mendatang.

Image

Hubungi Kami

fas fa-phone-flip
far fa-envelope
fas fa-location-dot

Location

Yogyakarta 55221, Indonesia