Select your language


Kegiatan Program
Yayasan SHEEP Indonesia dan SMK N 1 Kepulauan Mentawai Perkuat Kolaborasi Pengembangan Sekolah Lapang Keladi

Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) bersama SMK N 1 Kepulauan Mentawai mengadakan diskusi terkait pengembangan Sekolah Lapang Keladi sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi yang relevan dengan potensi lokal masyarakat Mentawai. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi antara dunia pendidikan dan praktik pengelolaan pangan lokal yang dilakukan YSI.
Â
Dalam diskusi tersebut, pihak sekolah melalui Bapak Puja selaku Waka Kurikulum SMK N 1 Kepulauan Mentawai menyatakan komitmennya untuk mengintegrasikan kurikulum Sekolah Lapang Keladi ke dalam proses pembelajaran dan praktik pada Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian. Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas peserta didik melalui pembelajaran yang lebih kontekstual, berbasis potensi wilayah, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Â

Â
Diskusi serta tinjauan terkait konsep kolaborasi merumuskan salah salah satu komoditas yang dimasukkan dalam pembelajaran adalah Keladi yang merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Mentawai, baik dari aspek budaya, ketahanan pangan, maupun potensi ekonomi. Melalui pengembangan Sekolah Lapang Keladi, YSI mendorong hadirnya ruang belajar yang menghubungkan pengetahuan lokal, praktik budidaya, pengolahan hasil pertanian, serta penguatan kapasitas generasi muda dalam mengelola sumber daya yang dimiliki daerahnya.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, YSI dan SMK N 1 Kepulauan Mentawai menyepakati beberapa langkah bersama, yaitu:
- Penyusunan draft Nota Kesepahaman (MoU) antara Yayasan SHEEP Indonesia dan SMK N 1 Kepulauan Mentawai.
- Penyusunan kurikulum Sekolah Lapang Keladi yang akan diintegrasikan dalam Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.
- Pengembangan mekanisme pembelajaran yang menghubungkan teori, praktik lapangan, dan penguatan kapasitas peserta didik dalam pengelolaan komoditas lokal.
Ke depan, kolaborasi ini juga akan diperkuat melalui integrasi pembelajaran Sekolah Lapang Keladi dengan OMB mitra YSI di wilayah Sipora. Keterlibatan OMB diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran melalui penyediaan pengalaman lapangan, praktik baik pengelolaan sumber daya lokal, serta dukungan narasumber yang memiliki pengalaman langsung dalam pengembangan keladi.

Â
Menurut Ikbal manajer area YSI di Sipora, penguatan pendidikan vokasi yang berbasis pada potensi lokal merupakan salah satu strategi penting untuk membangun generasi muda yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kepedulian terhadap sumber daya lokal khususnya pangan lokal yang ada di wilayahnya sendiri.Â
Â
Kolaborasi antara YSI, SMK N 1 Kepulauan Mentawai, dan OMB menjadi model awal pembelajaran yang menghubungkan pendidikan formal dengan praktik lapangan, sekaligus mendukung upaya pelestarian pangan lokal dan penguatan kemandirian masyarakat di Kepulauan MentawaiÂ
EN 