office@sheepindonesia.org

Select your language

Image
Image

Kegiatan Program

Festival Iklim 2026 Menggerakkan Kolaborasi untuk Mewujudkan Keadilan Iklim dan Perlindungan Hak Anak

 

YOGYAKARTA – Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) telah menyelenggarakan Festival Iklim 2026 pada 24 hingga 25 April 2026 di Taman Pintar Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Bumi. Festival ini menjadi ruang edukasi publik yang mempertemukan pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, pelajar, dan masyarakat umum untuk memperkuat kesadaran serta mendorong aksi bersama dalam menghadapi krisis iklim. Melalui berbagai kegiatan yang interaktif dan partisipatif, festival mengangkat tema keadilan iklim dengan menempatkan perlindungan hak anak sebagai salah satu isu utama yang perlu mendapat perhatian seluruh pihak.

 

"Krisis iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan persoalan kemanusiaan yang berdampak langsung pada kelompok paling rentan, yaitu anak-anak." Pesan tersebut menjadi benang merah yang mewarnai seluruh rangkaian Festival Iklim 2026. Melalui berbagai kegiatan, peserta diajak memahami bahwa perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi kondisi lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan masa depan generasi mendatang.

 

 

Membangun Kesadaran Melalui Pameran dan Aktivitas Edukatif

Selama dua hari pelaksanaan, Festival Iklim menghadirkan berbagai stan edukasi yang menampilkan informasi mengenai perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, pengelolaan lingkungan, energi berkelanjutan, dan praktik baik yang telah dikembangkan oleh berbagai organisasi serta komunitas. Pengunjung juga mengikuti permainan edukatif, aktivitas kreatif, kampanye lingkungan, serta pameran yang memperkenalkan berbagai aksi sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

 

Selain pameran, festival menghadirkan pertunjukan seni dan budaya sebagai media komunikasi publik. Berbagai penampilan kreatif berhasil menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif dari berbagai kelompok usia. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif, festival berhasil menjadikan isu perubahan iklim lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.

 

Mengangkat Isu Perlindungan Hak Anak di Tengah Krisis Iklim

Salah satu kegiatan utama Festival Iklim 2026 adalah talkshow bertajuk "Anak di Tengah Krisis Iklim: Risiko Kerentanan dan Tanggung Jawab Perlindungan". Diskusi ini menghadirkan perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, praktisi hukum, dan komunitas untuk membahas dampak perubahan iklim terhadap kehidupan anak.

 

Diskusi menunjukkan bahwa anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Para narasumber membahas berbagai risiko yang dihadapi anak, mulai dari meningkatnya ancaman terhadap kesehatan, terganggunya akses pendidikan saat terjadi bencana, hingga meningkatnya kerentanan terhadap berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi ketika terjadi krisis. Diskusi juga menekankan pentingnya mengintegrasikan perlindungan anak ke dalam setiap kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim agar pembangunan mampu menjawab kebutuhan kelompok yang paling terdampak.

 

 

Mendorong Kolaborasi dan Aksi Nyata

Festival Iklim 2026 tidak hanya menjadi ruang berbagi informasi, tetapi juga mempertemukan berbagai organisasi, komunitas, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Interaksi yang terbangun selama kegiatan membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan edukasi iklim, kampanye publik, penguatan kapasitas masyarakat, dan berbagai inisiatif lokal untuk meningkatkan ketangguhan menghadapi perubahan iklim.

 

Berbagai diskusi yang berlangsung selama festival menunjukkan bahwa solusi terhadap krisis iklim memerlukan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, masyarakat sipil, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat perlu saling memperkuat peran agar mampu membangun respons yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

 

Membangun Harapan bagi Generasi Mendatang

Festival Iklim 2026 berhasil menghadirkan ruang pembelajaran yang mendorong masyarakat memahami hubungan antara perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, dan perlindungan hak anak. Berbagai kegiatan memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar, berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengenal berbagai praktik baik yang telah dikembangkan oleh organisasi, komunitas, dan pemerintah dalam membangun ketangguhan masyarakat.

 

Melalui Festival Iklim 2026, Yayasan SHEEP Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat literasi iklim, membangun kolaborasi lintas sektor, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan keadilan iklim. Festival ini menjadi momentum penting untuk memperluas gerakan bersama bahwa menghadapi krisis iklim merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang terbangun selama festival diharapkan terus berkembang menjadi berbagai aksi nyata yang mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Image

Hubungi Kami

fas fa-phone-flip
far fa-envelope
fas fa-location-dot

Location

Yogyakarta 55221, Indonesia