Artikel Terkini

Anak-anak bisa Menjadi Generasi Pembawa Perubahan

Anak-anak bisa Menjadi Generasi Pembawa Perubahan

SD 25 Sao Desa Bosua yang terletak di Dusun Sao merupakan pecahan dari SD 14 Mongan Bosua yang tidak jauh dari Dusun Sao. Namun, karena akses jalan belum ada dan jika air laut naik pasang, anak-anak harus buka celana dan baju agar dapat menyeberangi sungai yang berada di perbatasan Dusun Mongan Bosua dan Sao. Pertimbangan tersebut yang mendasari pihak guru dan Pemerintas Desa serta Pemerintah Kabupaten untuk membangun sekolah di Sao. Apalagi jika dilihat dari jumlah siswa telah memenuhi syarat dan memenuhi kriteria untuk berdirinya sekolah.

Tahun 2016 jumlah siswa SD sebanyak 64 orang dengan jumlah guru 9 orang yang terdiri dari Guru PNS 2 orang, guru kontrak 6 orang dan guru honorer 1 orang. Proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Dalam dinamika kegiatan, masih mengalami kendala terkait kedisiplinan waktu beberapa guru, termasuk masih susahnya membangun kreativitas guru-guru untuk mengembangkan metode dan kegiatan mengajar.

Membangun Sinergisitas Pelayanan Kesehatan di Sabu Raijua

Membangun Sinergisitas Pelayanan Kesehatan di Sabu Raijua

Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu wilayah program YSI sejak bulan April 2015. Ada 4 desa yang didampingi yaitu Desa Jiwuwu dan Eimadake di Kecamatan Sabu Tengah, serta Desa Ledetalo dan Mehona di Kecamatan Sabu Liae. Waktu yang harus ditempuh untuk sampai ke Pulau Sabu dari Kupang kurang lebih 4 jam dengan menggunakan kapal cepat atau 12 jam dengan kapal ferry lambat melintasi Laut Savu, yang berjarak 194 km dari ibukota provinsi. Kabupaten Sabu Raijua yang beribukota di Menia memiliki luas wilayah 461 km2 dengan batas wilayah di sebelah utara, barat dan timur dengan Laut Savu, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia.

YSI melalui program membangun masyarakat tangguh untuk wilayah Sabu Raijua, salah satunya dilakukan dengan fasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dalam bidang kesehatan.

Kesehatan Reproduksi dan Infeksi Menular Seksual, Tabu atau Tidak?

Kesehatan Reproduksi dan Infeksi Menular Seksual, Tabu atau Tidak?

Kesehatan reproduksi merupakan salah satu bagian penting dari diri kita yang perlu diperhatikan. Namun, sebagian orang masih enggan membicarakannya apalagi jika menyangkut penyakit pada organ reproduksi dan penyakit menular seksual, sudah barang tentu hal ini akan disembunyikan. Sehingga jika bicara data, akan sangat sulit dilihat berapa jumlah kasusnya.

Melihat pentingnya membangun kesadaran masyarakat akan kesehatan khususnya tentang kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual, Yayasan SHEEP Indonesia melakukan pertemuan dengan Relawan Kesehatan Desa (RKD) dari desa-desa dampingan di Wilayah Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Catatan dari Bedah Buku

Catatan dari Bedah Buku "Drama Pengungsi Rohingya di Aceh"

Kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh pada bulan Mei 2015 menyita perhatian banyak pihak, baik Pemerintah Indonesia, Lembaga Internasional, Nasional dan Lokal, serta masyarakat Aceh khususnya di wilayah Aceh Timur, Aceh Utara, Kota Langsa dan Aceh Tamiang. Kondisi dan pemberitaan media yang menginformasikan kedatangan mereka tersebut mempercepat respon masyarakat Aceh dan berbagai pihak sehingga banyak kunjungan dan bantuan mengalir ke kamp-kamp pengungsian.

Kondisi tersebut juga secara langsung mempengaruhi beberapa wilayah yang didampingi Yayasan SHEEP Indonesia (YSI).

Pameran Foto dan Diskusi : Antara Aku, Kau dan Sungai Tamiang

Pameran Foto dan Diskusi : Antara Aku, Kau dan Sungai Tamiang

Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) bersama dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat basis, menyelenggarakan pameran foto dan diskusi tentang Sungai Tamiang dengan thema: antara aku, kau dan Sungai Tamiang. Acara yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Bumi 2016 di Aceh Tamiang ini berlangsung selama 2 hari yakni tanggal 25-26 April 2016 di Kafe Dermaga, Pelabuhan Boat Kampung Kota Kualasimpang Kec. Kualasimpang Aceh Tamiang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tamiang dan dihadiri oleh perwakilan dari beberapa Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan juga masyarakat umum.