Artikel Terbaru

  • Seperti Fenomena Gunung Es Penyebaran Kuman TBC di Aceh Timur Mengkhawatirkan

    Rabu, 26 Maret 2014

    Penyakit Tuberculosis (TBC) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau kuman Mikrobakterium tuberkulosa. Penyakit tersebut masuk kategori penyakit menular. Penyakit ini biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikrobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah kuman TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena adalah paru-paru.

    READ MORE
  • Tim Kesehatan Yayasan SHEEP Indonesia; Menjangkau Penyintas di PoskoTerisolasi dan (mereka yang) Tidak Mengungsi

    3 Februari 2014

    Sejak Tanggal 29 Januari 2014, Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) mengalihkan konsentrasi dari memberikan dukungan logistik kepada para penyintas ke pelayanan kesehatan. Sebelumnya, sejak H+ 3 banjir Pati YSI bekerjasama dengan LikRa (Lingkar Kendeng Sejahtera) dan SMA N 3 Pati melakukan respon dukungan logistik kepada para penyintas di Desa Kasiyan Kec. Sukolilo, Desa Babalan Kec. Gabus, Desa Bumirejo Kec. Juwana dan beberapa desa lain berupa 5.000 (limaribu) nasi bungkus.

    Di Desa Kasiyan Kec. Sukolilo, selain nasi bungkus, YSI juga memberikan dukungan berupa 10 unit terpal untuk posko pengungsian warga Dukuh Penggingwangi dan Dukuh Tempel serta melakukan penyediaan air bersih dengan menggunakan filter air yang bisa mengolah air banjir menjadi air layak minum.

    READ MORE
  • Setahun keberadaan Komunitas Peduli TB Aceh Timur

    Minggu, 26 Januari 2014

    Komunitas Peduli Tuberkulosis (KPT) saat ini menjadi komunitas yang menjadi fokus sorotan Dinas kesehatan Aceh Timur, khususnya di Kecamatan Nurussalam. Kegiatan komunitas telah banyak member kontribusi bagi para penderita TB. Sebenarnya apa KPT ? Komunitas tersebut dibangun dari masyarakat yang memiliki kepedulian agar terjadi penurunan penyakit TB di Aceh Timur dan penanganan yang baik dari dinas kesehatan setempat. Komunitas tersebut terdiri dari relawan kesehatan desa (RKD), penderita dan mantan penderita TB dari 3 desa (Tp. Pukat, Kuala Geulumpang dan Teupin Breuh) serta petugas Puskesmas dari 3 kecamatan yaitu Puskesmas Julok, Puskesmas Simpang Ulim dan Puskesmas Nurussalam dengan dukungan masyarakat lain yang memiliki kepedulian terdapat penyakit TB. Komunitas yang mulai terbentuk sejak 12 Desember 2012 di desa Teupin Pukat kecamatan Nurussalam ini memiliki 44 anggota.

    READ MORE
  • DAS Juwana dan Lereng Muria darurat banjir 2014

    Kamis, 23 Januari 2014

    Banjir di wilayah Daerah aliran Sungai (DAS) Juwana sudah terjadi lebih dari satu minggu. Ada sekitar 63 desa di Kabupaten Pati yang wilayahnya dilewati Sungai Juwana tergenang banjir dengan ketinggian air rata-rata 120 cm - 250 cm. Saat ini jumlah pengungsi dari 63 desa tersebut diperkirakan sekitar 3.500 jiwa yang tersebar di segala penjuru Kabupaten Pati. Rata-rata masyarakat mengungsi di rumah sanak saudara mereka yang berada di desa atau kecamatan lain dan bebas banjir. Sebelumnya pada saat banjir masyarakat tidak memiliki kebiasaan mengungsi, akan tetapi banjir kali ini memaksa mereka untuk mengungsi karena pemukimannya sudah tidak aman untuk ditempati.

    Sementara itu, di wilayah lereng Muria banjir bandang juga terjadi di beberapa desa. Hingga saat ini sudah ada sekitar 20 desa di wilayah Kabupaten Pati yang terendam banjir akibat luapan sungai yang berasal dari lereng Muria.

    READ MORE
  • Festival Sungai Juwana, Kabupaten Pati yang Ketiga

    28 Desember 2013

    Yang Tangguh Yang Bertahan…….

    Slogan tersebut menjadi tema Festival Sungai Juwana ketiga kalinya yang dilakukan pada 21-22 Desember 2013 dengan lokasi kegiatan di wilayah Gajah Mati (Ngantru) salah satu wilayah yang juga sering terdampak banjir. Selama ini berbagai upaya masyarakat saat menghadapi banjir yang rutin terjadi di sekitar Sungai Juwana menjadi hal utama untuk melihat ketangguhan masyarakat, khususnya 8 desa yang didampingi YSI. Upaya baik yang muncul dari kesadaran masyarakat atau terdorong oleh berbagai referensi atau ketrampilan yang diberikan menjadi dasar penyelenggaraan festival ini.

    Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) bekerjasama dengan JAMPISAWAN didukung oleh ADRRN menggagas media yang dirasakan selalu mengingatkan pada kesiapan masyarakat untuk menghadapi bencana banjir. Walaupun paska normalisasi tahap II dan III (tahun 2011 dan awal 2013), luasan lahan pertanian yang terendam banjir semakin berkurang, namun sejauh mana ini akan bertahan ?. Bahkan dari pengamatan, Sungai Juwana masih dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah walau daerah sempadan sungai mulai digarap untuk pertanian. Kesadaran bahwa kebersihan sungai sangat menentukan fungsi sungai dan resiko yang akan dialami belum dirasakan semua masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai. Untuk itu, festival ini digunakan sebagai media kampanye dan penyadaran akan pentingnya lingkungan di sekitar Sungai Juwana.

    READ MORE

Bagikan Halaman Ini


« April 2014 »
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 1 2 3 4




kembali ke atas

Copyright © 2013 Yayasan SHEEP Indonesia. All rights reserved.