9 Tahun Perjalanan Yayasan SHEEP Indonesia
1 2 3 4 5 6 7 8 9
jQuery Image Fader by WOWSlider.com v2.0

Artikel Terbaru

  • Usaha "Prahu Layar" : Sulitnya Merintis Ketika Ada Persoalan Pasokan

    Jumat, 18 Juli 2014

    Pati menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi perikanan laut. Banyak potensi yang dihasilkan dari laut pati, salah satu produksi perikanan tersebut adalah ikan dero di wilayah Tayu, salah satu wilayah pati bagian utara. Ikan dero memiliki bentuk kecil sekitar 1 cm lebarnya dengan panjang ± 3 cm, namun prospektif pengolahannya mampu menopang kehidupan masyarakat di 5 desa (Sambiroto, Keboromo, Dororejo, Jepat Lor, dan Bulungan) kecamatan Tayu. Bahkan ikan ini juga menjadi andalan tangkapan bagi para nelayan Sambiroto yang mampu menangkap hingga 1 ton/orang pada masa nyarak (banyak ikan). Para nelayan biasanya menjual tangkapannya kepada pengepul, pasar tradisional kecamatan, baik langsung atau di-fillet oleh kaum ibu untuk menaikkan harga jual.

    Usaha ini tidak hanya dilakukan oleh ibu-ibu nelayan Sambiroto, namun juga desa lainnya, yaitu Keboromo, Jepat Lor, dan Bulungan. Ada sekitar 100 ibu-ibu yang mengandalkan fillet dero untuk membantu perekonomian keluarga dengan upah Rp 2.000-Rp 3.000 untuk 1kg ikan dero. Usaha tersebut cukup membantu keluarga karena rata-rata dalam sehari, mereka mampu mem-fillet ±30kg ikan dero/orang. Banyak hal yang dapat dilihat dari usaha pengolahan ikan dero yang dilakukan ibu-ibu tersebut. Walaupun ibu-ibu tidak terlibat langsung mencari ikan, namun kesempatan mendapatkan penghasilan tambahan mampu dilakukan; apalagi peluang pengembangan usaha terbuka dengan banyaknya ikan dero yang dihasilkan oleh perairan laut Jawa di sekitar Kecamatan Tayu. Jika dilihat dari rantai pemasaran, ibu-ibu telah memiliki 2 pilihan penyaluran ikan dero. Pertama, disalurkan ke depo (pengepul) untuk kemudian disalurkan ke pasar di lain wilayah atau ke pabrik-pabrik pengolahan ikan. Kedua, dijual kepada usaha pengolahan kripik dero "Prahu Layar" sebuah usaha yang mencoba memanfaatkan dero sehingga memiliki nilai tambah dibanding jika dijual mentah. Tawaran kedua ini lebih memberikan peluang lebih baik dari sisi harga. Namun persoalan yang harus dikritisi, ibu-ibu tersebut seolah telah memiliki kontrak dengan depo dan hanya menjual ikan dero kepada "Prahu Layar" ketika depo sudah tak mampu lagi menampung dero karena terlalu banyaknya pasokan.

    READ MORE
  • Bakbak, seorang anak dari Batu Sumbang



    Orang-orang memanggilnya Bakbak, seorang anak yang tanggal lahir secara pasti tidak diketahui tetapi berdasar cerita beberapa orang seharusnya dia telah kelas 3 SMP. Ketika beberapa orang bertanya siapa nama aslinya, dia menyebut Abdul Sam. Bakbak kecil sangat menyukai es dan sangat dekat dengan penjual es yang biasa datang ke desa tempat tinggalnya. Penjual es yang disukainya tersebut memiliki keterbatasan dalam kemampuan berbicara (tuna wicara/bisu), untuk itu karena begitu dekatnya dan sering berbicara dengan penjual es tersebut; masyarakat Kampong (desa) Batu Sumbang terbiasa memanggilnya Bakbak.

    Abdul Sam atau Bakbak merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Ayah dan ibunya dikenal sebagai orang yang rajin di Kampong Batu Sumbang. Mereka hidup seperti kebanyakan masyarakat lain yang tinggal di sekitar hutan dan menggantungkan kesehariannya pada hasil hutan. Namun kondisi dan semakin menurunnya hasil hutan membuat keluarga ini telah mulai berfikir untuk hidup sebagai petani. Mereka bekerja keras membuka lahan untuk menanam. Namun keinginan dan ketekunannya untuk mulai bertani belum dibarengi dengan pengetahuan dan praktek sistem pengelolaan lahan yang baik. Mereka telah memulai mengolah dengan puluhan hektar lahan yang ditebas dan ditanami karet dan sawit di banyak lokasi tetapi tidak dirawat dan diolah secara berkelanjutan. Mereka lebih memilih untuk membuka lahan lainnya (lahan berpindah), sehingga lahan yang sebelumnya ditinggalkan dan akhirnya terlantar. Walaupun begitu lahan yang terlantar tersebut tidak diperbolehkan dikerjakan orang lain. Keterbatasan dan belum terbangunnya kesadaran akan optimalisasi lahan, keberlanjutan fungsi lahan yang diolah dengan baik membuat kondisi keluarga Bakbak tetap miskin, walaupun memiliki banyak lahan.

    READ MORE

« Juli 2014 »
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3




kembali ke atas

Copyright © 2013 Yayasan SHEEP Indonesia. All rights reserved.