Artikel Terkini

Kesehatan Reproduksi dan Infeksi Menular Seksual, Tabu atau Tidak?

Kesehatan Reproduksi dan Infeksi Menular Seksual, Tabu atau Tidak?

Kesehatan reproduksi merupakan salah satu bagian penting dari diri kita yang perlu diperhatikan. Namun, sebagian orang masih enggan membicarakannya apalagi jika menyangkut penyakit pada organ reproduksi dan penyakit menular seksual, sudah barang tentu hal ini akan disembunyikan. Sehingga jika bicara data, akan sangat sulit dilihat berapa jumlah kasusnya.

Melihat pentingnya membangun kesadaran masyarakat akan kesehatan khususnya tentang kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual, Yayasan SHEEP Indonesia melakukan pertemuan dengan Relawan Kesehatan Desa (RKD) dari desa-desa dampingan di Wilayah Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Catatan dari Bedah Buku

Catatan dari Bedah Buku "Drama Pengungsi Rohingya di Aceh"

Kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh pada bulan Mei 2015 menyita perhatian banyak pihak, baik Pemerintah Indonesia, Lembaga Internasional, Nasional dan Lokal, serta masyarakat Aceh khususnya di wilayah Aceh Timur, Aceh Utara, Kota Langsa dan Aceh Tamiang. Kondisi dan pemberitaan media yang menginformasikan kedatangan mereka tersebut mempercepat respon masyarakat Aceh dan berbagai pihak sehingga banyak kunjungan dan bantuan mengalir ke kamp-kamp pengungsian.

Kondisi tersebut juga secara langsung mempengaruhi beberapa wilayah yang didampingi Yayasan SHEEP Indonesia (YSI).

Pameran Foto dan Diskusi : Antara Aku, Kau dan Sungai Tamiang

Pameran Foto dan Diskusi : Antara Aku, Kau dan Sungai Tamiang

Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) bersama dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat basis, menyelenggarakan pameran foto dan diskusi tentang Sungai Tamiang dengan thema: antara aku, kau dan Sungai Tamiang. Acara yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Bumi 2016 di Aceh Tamiang ini berlangsung selama 2 hari yakni tanggal 25-26 April 2016 di Kafe Dermaga, Pelabuhan Boat Kampung Kota Kualasimpang Kec. Kualasimpang Aceh Tamiang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tamiang dan dihadiri oleh perwakilan dari beberapa Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan juga masyarakat umum.

Arisan WC Kelompok Perempuan Sehat Mandiri

Arisan WC Kelompok Perempuan Sehat Mandiri

Desa Pematang Durian, Aceh Tamiang

Inspirasi arisan WC muncul dari hasil proses PRA (Participatory Rural Apraisal: memahami kondisi desa secara partisipatif) tentang kesehatan lingkungan kampung yang difasilitasi YSI. Arisan WC memang tidak lepas dari salah satu upaya yang digagas masyarakat yang didampingi YSI sebagai upaya menjaga sanitasi dan lingkungan yang bersih serta perilaku hidup sehat. Untuk itu upaya ini dirasa berhasil, karena masyarakatlah yang aktif dan memiliki kesadaran, terlibat secara aktif mengusahakan. Dalam proses PRA, terungkap data bahwa mayoritas warga (sekitar 85%) di Kampung Pematang Durian Kec. Sekerak Kab. Aceh Tamiang melakukan Buang Air Besar (BAB) ditempat terbuka seperti pekarangan rumah, kebun dan alur (sungai). Pada saat itu memang yang menjadi titik berat perhatian bukan soal kesehatan, akan tetapi soal etika, bau dan ketersiksaan saat telah kebelet BAB dan harus lari ke kebun atau ke sungai; apalagi pada waktu hujan turun.

Botol Bekas dan Bau-bauan

Botol Bekas dan Bau-bauan

Alternative Pengendalian Walang Sangit ala Petani Desa Babo Kec. Bandar Pusaka – Aceh Tamiang

Beberapa petani padi di Desa Babo Kecamatan Bandar Pusaka–Aceh Tamiang yang saat ini menanam padi dengan metode SRI (System of Rice Intensification) mengeluh tentang tanaman padinya yang sedang tumbuh bulir karena sebagian telah gabug (kosong tidak berisi) dihisap Walang Sangit (sejenis belalang). Merespon persoalan yang dihadapi petani, Eko Ariyanto (Alumnis Institute Pertanian Jogjakarta) yang saat ini mendukung YSI dalam pengembangan pertanian di Aceh Timur dan Aceh Tamiang menawarkan solusi sederhana tapi jitu; yakni membuat perangkap.