Belajar tentang

Belajar tentang "Tanaman Obat" Di Dukuh Lemahbang Desa Mangunan Kec. Dlingo Kabupaten Bantul

Dinamika kehidupan masyarakat pedesaan dengan nilai-nilai kearifan lokal bermanfaat dalam memecahkan permasalahan di masyarakat baik dari sisi sosial, budaya maupun dalam mencukupi kebutuhan dasar mereka. Pelestarian nilai-nilai kearifan lokal tersebut telah terbukti mampu menjadi pilar dalam melangsungkan kehidupan masyarakat. Pengejawantahan dari nilai-nilai kearifan lokal tersebut terwujud melalui ritual bersih desa, pengobatan mandiri melalui tanaman obat, atau upacara tradisi yang menyangkut daur hidup masyarakat yang merupakan potensi penting untuk dilestarikan keberadaannya. Namun demikian, analisa relasi perilaku masyarakat yang terkait dengan permasalahan kesehatan dasar membutuhkan kajian lebih lanjut sehingga muncul harmoni dalam satu siklus kehidupan masyarakat pedesaan.

Pelatihan Menulis untuk Staf dan Relawan

Pelatihan Menulis untuk Staf dan Relawan

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Rumah Kaca, h. 352)" -Pramoedya Ananta Toer-

Salah satu masalah yang dihadapi banyak orang adalah soal kemampuan menceritakan pengalaman, pekerjaan dan berbagai hal penting yang dialami dalam bentuk tulisan. Banyak orang bisa menceritakan apa yang dialami dan dilakukan hanya dengan kata-kata lisan, tapi tidak semua dapat mengungkapkan dengan tulisan. Bagi kebanyak orang, menulis membutuhkan energi ekstra untuk menuangkan, menata bahasa, merangkai setiap ide dan gambaran dalam benak sehingga mengapa bayangan proses tersebut menjadi sulit dilakukan jika tidak karena minat, kebiasaan dan tujuan tertentu yang kuat.

Tarik ulur kawat setrum dan Burung Hantu

Tarik ulur kawat setrum dan Burung Hantu

"Dipasang kawat setrum saja masih dihajar tikus, apalagi kalau tidak."

Kalimat diatas terlontar oleh seorang petani tua dari Dukuh Biteng Desa Banjarsari Kec. Gabus Kab. Pati saat diajak berembug soal tanggapan mereka jika pengendalian hama tikus tidak menggunakan setrum listrik. Tubuh berotot di usia senja itu masih bersuara lantang ketika diajak membicarakan masalah pertanian di desanya. Dengan gaya santai, duduk bersila sambil sesekali menghisap rokok yang dipegangnya, Karmani (78 tahun) bertutur, "Warga Desa Babalan mungkin kesal dengan pernyataan saya. Tapi gimana lagi, saya masih belum percaya kalau memelihara burung hantu di sawah bisa mengurangi hama tikus. Lha wong dipasang kawat setrum saja masih dihajar tikus kok,".

Pertemuan Tahunan Organisasi Masyarakat Basis (OMB) Wilayah Aceh Timur dan Aceh Tamiang

Pertemuan Tahunan Organisasi Masyarakat Basis (OMB) Wilayah Aceh Timur dan Aceh Tamiang

"Memperkuat Relasi, Membagi Perubahan dan Pembelajaran" (2)

Pertemuan tahunan di desa Tampur Paloh dilanjutkan dengan sesi input dan apresiasi dinas kesehatan Aceh Timur terhadap peran serta masyarakat dalam program kesehatan, bapak Abdullah mewakili instansi dinas kesehatan memberikan apresiasi yang tinggi terbentuknya Kelompok Peduli TB (KPT), Forum Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang telah mendukung berbagai program kesehatan di desa-desa. Selain itu, sangat membantu mendeteksi berbagai kasus penyakit di desa. Seperti pada pada tahun 2011 banyak ditemukan kasus chikungunya. Baginya, Para RKD juga telah memotivasi masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam program kesehatan. Seperti diketahui bahwa di Kabupaten Aceh Timur, cakupan imunisasi masih rendah. Masih banyak ibu dan anak yang saat lahir meninggal atau anak balita meninggal. Ini merupakan tolak ukur yang buruk dibidang kesehatan. Padahal “Pemerintah sudah banyak mensubsidi untuk program-program kesehatan di masyarakat” ucap bapak Abdullah.