Artikel Terkini

Kasti; Sang Pelopor dari Tondomulyo

Kasti; Sang Pelopor dari Tondomulyo

Ia seorang perempuan biasa; ibu rumah tangga dengan satu anak. Sebagai ibu rumah tangga dari keluarga petani, ia sudah terbiasa dengan kerja-kerja di sawah. Menanam, menyiangi padi hingga terlibat memanen. Selain bertani, ia juga beternak sapi. Bagi keluarganya, ternak sapi diibaratkan tabungan. Sewaktu-waktu bisa dijual jika ada kebutuhan mendesak yang cukup besar.

Suaminya; Mat Kholil adalah Pengurus Kelompok Tani Jaya yang ada di Desa Tondomulyo, Pati. Karena keaktifan sang suami dalam berorganisasi, rumahnya sering digunakan sebagai tempat pertemuan. Pada awalnya, ia tidak begitu peduli dengan apa yang dibahas dalam pertemuan kelompok tani itu. Namun berbagai kegiatan yang banyak dilakukan kelompok dan tema yang didiskusikan membuat lama-kelamaan ia mulai penasaran dan sering menguping apa yang sedang dibicarakan. Dari situlah Ia mulai memahami tentang masalah-masalah yang dibicarakan kaum laki-laki yang sering berkumpul dirumahnya.

Mengenal dan Memahami Pengelolaan Desa

Mengenal dan Memahami Pengelolaan Desa

Pemerintah berencana menambah pagu anggaran untuk dana desa, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN P) 2015. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro , mengingat alokasi dana desa dalam APBN 2015 dinilai masih relatif kecil, sekitar 1,5 persen dari pagu dana transfer ke daerah. Realokasi pada APBN 2015 tersebut, lanjutnya, berasal dari dua aktivitas, yaitu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan dan belanja terkait sistem penyediaan administrasi umum pedesaan, serta proyek infrastruktur dasar yang berasal dari kementerian Pekerjaan Umum. Selain menambah pagu untuk dana desa, pemerintah juga berencana melakukan revisi atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Kabar terkini kelompok perempuan Penggingwangi

Kabar terkini kelompok perempuan Penggingwangi

Sebuah bangunan dengan rangka kayu, berdinding kawat dan beratap paranet berdiri tepat di tepi jalan penghubung antara Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus Jawa Tengah, tepatnya di Dukuh Penggingwangi Desa Kasiyan Kec. Sukolilo Kab. Pati. Di dalam bangunan itu, terdapat beberapa jerigen berisi cairan hitam pupuk organik dan juga beberapa nampan berisi bibit tanaman. Diluar bangunan itu, tampak 2 rak susun dipenuhi dengan aneka ragam tanaman sayur. Diantaranya sledri, kocai, cabe dan sawi. Selain itu puluhan bibit terong ungu juga berjajar rapi. Sementara itu, diatas meja, didalam rumah yang berada dibelakang bangunan itu, puluhan botol kemasan terjajar rapi; penuh berisi pupuk cair organik yang diproduksi oleh Kelompok Perempuan Penggingwangi. Itulah penampakan “Gerai Organik” yang sedang disiapkan oleh kelompok perempuan ini.

Kesehatan Masyarakat Menjadi Peran Dan Tanggung Jawab Bersama

Kesehatan Masyarakat Menjadi Peran Dan Tanggung Jawab Bersama

Dialog Membangun Jaringan dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Idi, Aceh Timur Idi, 16 Februari 2015

"Kesehatan bukan hanya Milik Dinas Kesehatan tapi menjadi Kepedulian Bersama...."

Pernyataan tersebut menggugah keinginan Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) untuk melakukan dialog kritis dengan Dinas Kesehatan Aceh Timur untuk mendukung penyelesaian persoalan kesehatan masyarakat. Selain itu, Berbagai persoalan kesehatan dan lingkungan yang mempengaruhi kesehatan banyak ditemukan di 6 desa dampingan YSI yang masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur. Hal tersebut ditemukan di awal, proses pendampingan dan sampai dengan akhir pendampingan YSI di wilayah barat; yaitu untuk Desa Teupin Pukat, Kuala Geulumpang, Teupin Breuh, Seunebok Tuha, Kemuning dan Seulemak Muda.

Kedaulatan Dimulainya Dari Desa

Kedaulatan Dimulainya Dari Desa

"Peran apa yang Harus Kita Ambil ?"

Sarasehan Desa Argomulyo, Wiladeg dan Padukuhan Lemahbang

Selama kurang lebih 3 tahun, Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) telah bersama-sama bekerja bersama masyarakat di 3 wilayah Yogyakarta; Argomulyo, Wiladeg dan Lemahbang. Berbagai input baik kegiatan, sumber daya maupun strategi telah diberikan untuk mengarah pada ketangguhan masyarakat. Untuk itu pada tanggal 23 Februari 2015, YSI bersama Pemerintah Desa dan perwakilan Organisasi Masyarakat Basis (OMB) berdiskusi dalam sebuah sarasehan yang diadakan di Balai Desa Argomulyo. Sarasehan mendiskusikan tentang peran apa yang harus dilakukan masing-masing, Pemrintah Desa, Organisasi Masyarakat Basis, YSI ? dan dukungan sector swasta.