• Respon Tanggap Darurat Paska Gempa Bumi di Nepal

    Yayasan SHEEP Indonesia adalah anggota aktif Jaringan Kerja Pengurangan Risiko Bencana & Respon Bencana di Asia atau yang lebih dikenal dengan Asian Disaster Risk Reduction and Response Network (ADRRN)...

    Donasi untuk Nepal

  • Mengapa SHEEP Indonesia merespon Pengungsi Rohingya...?

    Sekitar seribu pengungsi dari Etnis Rohingnya dan Bangladesh sejak awal Bulan Mei 2015 mendarat di Aceh Timur, di mana SHEEP Indonesia juga bekerja dengan masyarakat di 8 desa di sana. Ditemukan oleh masyarakat nelayan, akhirnya saat ini mereka...

    Donasi untuk Rohingya

Artikel Terkini

Pelatihan Participatory Rural Appraisal (PRA) Untuk Pelatih di 3 Desa Wilayah Yogyakarta

Pelatihan Participatory Rural Appraisal (PRA) Untuk Pelatih di 3 Desa Wilayah Yogyakarta

Bagaimana mengenal dan apa itu PRA ?
Sebagian besar masyarakat di wilayah Yogyakarta yang menjadi mitra dampingan Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) belum begitu mengenal dan memahami metode PRA. Metode tersebut sering dipakai dalam proses pengorganisasian yang dilakukan staf lapangan dan menjadi salah satu tema penting bagi peningkatan kapasitas Organisasi Masyarakat Basis (OMB). Untuk itu, YSI mengadakan pelatihan PRA tersebut untuk Pelatih dimana pelatih inilah yang nantinya akan memfasilitasi desa atau anggota kelompok masyarakat dalam memahami dan menjalankan PRA.

Update Situasi : Imigran Rohingnya Dan Bangladesh Di Aceh

Update Situasi : Imigran Rohingnya Dan Bangladesh Di Aceh

Salah satu informasi yang muncul dalam rapat koordinasi bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Langsa, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kantor Imigrasi Kelas II Langsa dengan sejumlah LSM dan wartawan pada 19 Mei 2015 di Kantor Imigrasi Pelabuhan Kuala Langsa adalah bahwa diperkirakan keberadaan imigran Rohingnya dan Bangladesh di wilayah Aceh masih belum bisa ditetapkan sampai kapan batas waktunya. Pihak Kementerian Dalam Negeri memprediksi bisa tiga bulan lebih. Salah satu sebabnya adalah Rumah Detensi Imigrasi atau gedung penampungan yang biasa digunakan untuk menampung imigran bermasalah di Aceh dan Medan sekarang dalam kondisi over load atau kelebihan penghuni.

Menjadi Sosok yang Menginspirasi dan Memotivasi...

Menjadi Sosok yang Menginspirasi dan Memotivasi...

Aksi Para Penggerak Masyarakat Desa
Bedah Buku, 30 April 2015

Akar rumput adalah bagian terbawah dari piramida sistem sosial-politik yang terkadang dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai Pemimpin. Para pemimpin ini ada yang baik namun tidak sedikit yang didominasi elite yang hanya berkonsentrasi pada pemusatan kekuasaan. Sedangkan akar rumput adalah orang-orang biasa yang tidak selalu memegang jabatan politik, tapi berpartisipasi dalam politik secara bersamaan berafiliasi dangan latar belakang kepentingan yang beragam. Seseorang yang menjadi bagian dari akar rumput dan telah melakukan sesuatu yang bermakna dalam sistem sosial tersebut terkadang tidak menyadari bahwa dia memiliki daya untuk mempengaruhi dan membuat perubahan. Ada 2 poin kunci dalam keterpaduan membuat perubahan di akar rumput. Pertama, adalah memiliki basis kepercayaan dan kedua adalah idealisme berdasarkan spirit, sehingga fungsi yang dijalankan tidak hanya sekedar perangkat administratif dan kekuasaan struktural. Tetapi mampu membuat perubahan pada tingkat pranata sosial dan perilaku personal yang bersifat lestari.

Kasti; Sang Pelopor dari Tondomulyo

Kasti; Sang Pelopor dari Tondomulyo

Ia seorang perempuan biasa; ibu rumah tangga dengan satu anak. Sebagai ibu rumah tangga dari keluarga petani, ia sudah terbiasa dengan kerja-kerja di sawah. Menanam, menyiangi padi hingga terlibat memanen. Selain bertani, ia juga beternak sapi. Bagi keluarganya, ternak sapi diibaratkan tabungan. Sewaktu-waktu bisa dijual jika ada kebutuhan mendesak yang cukup besar.

Suaminya; Mat Kholil adalah Pengurus Kelompok Tani Jaya yang ada di Desa Tondomulyo, Pati. Karena keaktifan sang suami dalam berorganisasi, rumahnya sering digunakan sebagai tempat pertemuan. Pada awalnya, ia tidak begitu peduli dengan apa yang dibahas dalam pertemuan kelompok tani itu. Namun berbagai kegiatan yang banyak dilakukan kelompok dan tema yang didiskusikan membuat lama-kelamaan ia mulai penasaran dan sering menguping apa yang sedang dibicarakan. Dari situlah Ia mulai memahami tentang masalah-masalah yang dibicarakan kaum laki-laki yang sering berkumpul dirumahnya.

Mengenal dan Memahami Pengelolaan Desa

Mengenal dan Memahami Pengelolaan Desa

Pemerintah berencana menambah pagu anggaran untuk dana desa, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN P) 2015. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro , mengingat alokasi dana desa dalam APBN 2015 dinilai masih relatif kecil, sekitar 1,5 persen dari pagu dana transfer ke daerah. Realokasi pada APBN 2015 tersebut, lanjutnya, berasal dari dua aktivitas, yaitu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan dan belanja terkait sistem penyediaan administrasi umum pedesaan, serta proyek infrastruktur dasar yang berasal dari kementerian Pekerjaan Umum. Selain menambah pagu untuk dana desa, pemerintah juga berencana melakukan revisi atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.