Gempa Lombok 2018

ER Lombok 24 Agustus 2018 Yayasan SHEEP Indonesia

Update Penanganan Bencana Gempa Bumi di Lombok 24 Agustus 2018

Rate this item
(0 votes)

Pelayanan kesehatan yang telah dilakukan bagi penyitas gempa bumi Lombok masih dilanjutkan sampai dengan 24 Agustus 2018. Dalam proses pelayanan kesehatan tersebut, YSI menemukan trend penyakit yaitu ISPA dan diare.

Kondisi sanitasi dan lingkungan yang terlihat paska gempa juga diamati oleh tim kesehatan; seperti tempat tinggal yang masih belum memadai, belum digunakannya MCK karena berada di dalam rumah dan penduduk masih merasa trauma untuk masuk ke rumahnya, serta sulitnya akses air bersih karena PDAM dan beberapa akses mendapatkan air mengalami kendala dan kerusakan.

Sulitnya akses air dan kerusakan pipa PDAM, membuat Tim YSI juga berusaha mendukung Penyitas dengan mendistribusikan pipa. Pipa ini digunakan  untuk perbaikan pengaliran air PAMDES Santong. Namun proses distribusi ini tidak mudah, karena medan juga menjadi salah satu kendala yang dialami tim dalam pemasangan pipa air. Kondisi medan kaki gunung Rinjani rawan longsor sehingga untuk membawa pipa tersebut naik membutuhkan usaha cukup berat. Namun upaya yang didukung Penyitas sangat baik, perbaikan pipa air dapat mengembalikan akses air bersih bagi 14 dusun  di desa Santong yang terdiri dari 700 kepala keluarga.

Selain itu, melihat kondisi tempat tinggal para penyitas, maka YSI menyalurkan beberapa logistik berupa tikar, terpal, selimut, dan selang untuk membantu akses air. Pada tanggal 23 Agustus 2018, kebutuhan logistik telah tiba di posko YSI. Tim YSI dibantu oleh perangkat desa berdiskusi tentang identifikasi penerima manfaat dan mekanisme  distribusinya. Walau dalam kondisi tanggap darurat mekanisme distribusi yang menjadi bahan diskusi tetap harus mempertimbangkan akses bagi kelompok rentan.

Sesuai dengan penetapan Gubernur NTB, maka masa tanggap darurat gempa bumi Lombok ditetapkan berakhir tanggal 25 Agustus 2018. Paska berakhirnya tanggap darurat,  tahap selanjutnya adalah posisi transisi darurat ke pemulihan. Status transisi darurat ke pemulihan adalah keadaan dimana penanganan darurat bersifat sementara atau permanen berdasarkan kajian teknis dari instansi yang berwenang. Penetapan ini didasarkan agar sarana prasarana vital serta kegiatan sosial ekonomi masyarakat segera berfungsi, dilakukan sejak berlangsungnya tanggap darurat sampai dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai.

Read 143 times
Last modified on 29 Agustus 2018