Gempa Lombok 2018

ER Lombok 10 Agustus 2018 Yayasan SHEEP Indonesia

Gempa Lombok Memanggil

Rate this item
(0 votes)

Gempa bumi yang terjadi di sebagian besar wilayah Lombok Nusa Tengara Barat pada tanggal 29 Juli 2018 dengan kekuatan gempa 6,4 SR, meskipun oleh BMKG dinyatakan tidak memiliki potensi Tsunami, telah berdampak yang massif pada infrastuktur maupun korban jiwa.

Mengingat massive nya skala bencana, Yayasan SHEEP Indonesia memutuskan melakukan assessment untuk memntukan skala prioritas respon dampak bencana. Tim YSI melakukan assessment lapangan pada tanggal 2-6 Agustus 2018, bersama dengan Tim dari GPIB Imanuel sebagai kontak pertama yang merespon permintaan data awal dari YSI.

Berbeda dengan siklus kegempaan yang terjadi di Indonesia pada umumnya yang dikenal sebagai “ring of fire”, dimana gempa utama akan diikuti dengan gempa-gempa susulan yang skalanya skalanya lebih kecil (tremor); Gempa di Lombok dengan magnitude 6.4 SR pada tanggal 29 Juli tersebut diikuti gempa susulan pada tanggal 5 Juli 2018 pada pukul 19.17 WITA dengan skala yang 7 SR dengan potensi Tsunami. Saat gempa utama kedua tersebu terjadi, posisi tim assessment YSI berada di Desa Masbagik-Lombok Timur (sekitar 10 mil) dari Sembalun-Lombok Timur yang pada gempa sebelumnya terdampak paling parah. Seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur paska gempa 7 SR mengalami padam listrik, begitu juga dengan sebagian wilayah Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. Tim YSI baru kembali dapat melakukan komunikasi setelah sampai di Kota Mataram pada pukul 23.30 WITA.

Secara umum, dampak kerusakan maupun korban jiwa pada gempa kedua jauh lebih besar dibanding gempa pertama (tiga kali lipat). Berikut data dampak gempa yang dirangkum YSI dari hasil assessment lapangan dan berbagai sumber :

 

Read 249 times
Last modified on 28 Agustus 2018