REFLEKSI

Lingkungan 17 Mei 2017 Yayasan SHEEP Indonesia

Pengolahan pasca panen tanaman lokal kepulauan Mentawai, Sumatera Barat

Rate this item
(0 votes)

Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai - Beberapa daerah mempunyai tanaman lokal yang ketersediaannya melimpah. Akibatnya, harga tanaman tersebut sangat murah apalagi disaat masa panen. Begitu juga yang terjadi di kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai.

 

Pisang dan keladi merupakan tanaman lokal yang sangat melimpah didaerah ini.  Harga rendah menjadikan alasan masyarakat enggan untuk menjual dan membudidayakan. Sebagian besar hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan sedikit untuk dikonsumsi sendiri, selebihnya dibiarkan begitu saja karena harga jual yang rendah”, ungkap Rismanto staf lapangan YSI wilayah Kepulauan Mentawai yang juga merupakan warga asli .

Pendampingan dan pelatihan pengolahan hasil panen tanaman lokal (pisang dan keladi ) telah dilaksanakan di 4 desa (Matobe, Saureinuk, Bosua, dan Beriulou), Kecamatan Sipora Selatan, secara bergantian pada tanggal 11 April dan 8, 11, 17 Mei 2017 lalu.

Pelatihan yang diprakarsai oleh Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) tersebut diikuti oleh masyarakat umum,  Organisasi Masyarakat Basis (OMB) serta anggota Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari masing-masing desa.

Dalam pelatihan itu, pisang dan keladi diolah menjadi bermacam makanan yang mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi. Diantaranya, ceriping pisang beraneka rasa, stik keladi beraneka rasa, tepung pisang dan kerupuk kulit pisang.

Untuk pemasaran hasil olahan pisang dan keladi yang mereka buat, salah satu kelompok peserta pelatihan telah memilih metode penjualan didalam kapal. Dan menurut pengakuan mereka, hasil penjualan dapat dipergunakan sebagai modal untuk produksi yang lebih besar dan sebagian lagi dipergunakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup.(RSM)

Tags
Read 1121 times
Last modified on 09 November 2017