REFLEKSI

Kesehatan 11 September 2019

MCK : INISIASI PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT DI KELURAHAN BONEOGE

Rate this item
(0 votes)

Kelurahan Boneoge, kabupaten Donggala merupakan satu dari daerah terdampak bencana d Sulawesi Tengah. Dalam Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) menjalankan transisi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bersama dengan  masyarakat agar mulai memasuki kehidupan yang normal. Banyak persoalan yang kerap ditemukan di lapangan salah satunya dengan keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan dan sanitasi lingkungan yang mendukung proses pemulihan. Sebelum terjadi dan paska bencana, masyarakat yang tinggal di daerah pemukiman pinggir pantai di Boneoge ini sering membuang kotoran (BAB) di belakang rumah. Mereka tidak memiliki pengolahan khusus dan tidak tersedianya MCK yang memadai. Kebiasaan dan kurang pengetahuan akan dampak bagi kesehatan ini dilakukan bertahun-tahun walaupun ada beberapa temuan kasus penyakit.  

Kondisi tersebut yang menjadi salah satu latar belakang intervensi YSI. Paska bencana, kondisi yang kerusakan, lingkungan yang tidak sehat, termasuk sulitnya mendapatkan air bersih juga mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat penyintas. Staf di lapangan salah satunya edukasi kesehatan di Boneoge dengan menjelaskan pentingnya pengelolaan limbah manusia dan lingkungan yang bersih. Salah satu penuturan keluarga penerima bantuan fasilitas MCK dari SHEEP Indonesia adalah keluarga Bapak Kardin (54 tahunyang keluarganya beranggotakan 11 orang (5 laki-laki dan 6 perempuan dengan 2 anak-anak). MCK dibangun di batas tanah rumah kakaknya yaitu Ibu Kelsia (56 tahun), sehingga dapat digunakan oleh anggota keluarga Ibu Kelsia yang beranggotakan 9 orang  (5 orang laki-laki dan 4 orang perempuan, 4 diantaranya anak-anak). Dengan demikian maka MCK ini dapat dipakai bersama-sama oleh 2 keluarga yang beranggotakan 20 orang.

MCK tersebut dibangun secara komunal sehingga satu buah MCK dapat digunakan bersama untuk 2-3 rumah tangga. Pendekatan komunal ini dimaksudkan agar warga dapat saling berbagi, saling menopang, mengingatkan dan mendukung dalam pengelolaan. Hal penting dalam beberapa diskusi dengan penyintas sejak dibangunnya MCK, warga kelurahan Boneoge merasakan manfaat dan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, membuang kotoran pada tempatnya dan merasakan rasa nyaman karena linkungan bersih serta tertata.

Proses penyadaran ini tidak cepat, namun upaya dan keinginan agar warga masyarakat memahami kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan memberi referensi dan mewujudkan dalam pola perilaku yang konsisten dijalankan dan dibiasakan. Masyarakat dapat memaknai bahwa dalam lingkungan yang bersih akan membentuk keluarga sehat. (Okran Rantelemba T)

Read 29 times
Last modified on 13 September 2019
Yoga Aryo

Email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.