REFLEKSI

Kesehatan 02 Agustus 2019

Mengingat Warisan Pengetahuan dan Ketrampilan Tanaman Obat Masyarakat Suku Sasak

Rate this item
(0 votes)

Ada hal menarik yang ditemukan  dalam seni pengobatan di Kepulauan Lombok yang dapat dipelajari, yaitu pengobatan alternatif yang dilakukan oleh Belian Sasak. Belian Sasak merupakan salah satu bentuk alternatif pengobatan yang dipercaya mampu menyembuhkan penyakit dan sampai saat ini masih bertahan dan berjalan beriringan dengan pengobatan modern. Pengobatan sederhana ini menjadi alternatif yang dapat dijangkau oleh semua kalangan dan merupakan warisan nenek moyang turun-temurun, sehingga dijaga menjadi tradisi masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok.

Sebagai tokoh sentral dalam pelaku pengobat tradisional, Belian Sasak .menurunkan pengetahuan dan ketrampilan pengobatan tradisional hanya kepada keturunannya. Namun tidak semua keturunannya mau menerima, melanjutkan tradisi dan mempraktekkan.Hal ini memunculkan kerisauan di masyarakat, karena apabila dibiarkan maka pengetahuan dan ketrampilan tentang pengobatan tradisional khususnya tanaman obat akan hilang atau punah.


Dalam mendukung kelestarian pengobatan tradisional dan tanaman obat, YSI berusaha mendorong masyarakat untuk aktif kembali menjaga tradisi ini. Dorongan dan penguatan ini dilakukan dengan mendampingi Relawan Kesehatan Desa (RKD) untuk melakukan identifikasi tanaman obat yang terdapat di sekitar lingkungan mereka. Pengetahuan dan identifikasi kembali ini membuat masyarakat saat ini mampu mengenali kembali manfaat tanaman obat.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Pelatihan Tanaman Obat. Kegiatan ini melibatkan peserta masyarakat sebagai pelaku dan peramu tanaman obat sebagai bagian dari Relawan kesehatan Desa (RKD) di 4 (empat) desa, yaitu : Desa Santong, Desa Santong Mulia, Desa Pansor, Desa Kayangan dan Desa Sisait. Ada 2 metode yang dilakukan dalam pelatihan tersebut,  yaitu melakukan Metode Transek atau Penelusuran dan Focus Group Discussion (FGD). Dalam metode ini, peserta berlatih untuk menelusuri dan mengidentifikasi tanaman obat; kemudian dilanjutkan dengan menceritakan hasil identifikasi tanaman obat dan pengalaman meramu tanaman obat dalam metode kedua FGD. Hasil diskusi terakhir ada dokumentasi tanaman obat apa saja yang teridentifikasi dan dapat digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan baik untuk dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Pada metode Penelusuran atau Transek, identifikasi tanaman obat dilakukan dengan sampling wilayah dibatasi kurang lebih 100 meter persegi dengan alasan untuk mengefektifkan proses identifkasi. Pelatihan diikuti 30 peserta yang kemudian dibagi per-desa (representasi) melakukan identifikasi dan transek tanaman obat sendiri-sendiriyang kemudian dipresentasikan. Walaupun dari penelusuran ini hanya beberapa peserta yang paham tentang tanaman obat, namun dari proses inilah mereka kemudian mengenal kembali dan harapannya dapat dikembangkan dan dilakukan terus menerus.

Pada metode kedua; didapat hasil dari 59 tanaman obat yang ditemukan, setelah dirumuskan dalam bentuk ramuan tanaman obat ditemukan 36 ramuan tanaman obat baik untuk kasus penyakit yang berat maupun ringan. Misalnya : Sakit Kuning hanya dengan beberapa butir buah Ceplukan (Bhs Sasak : Pok Pokan) dimakan secukupnya rutin sehari 2 kali akan menyembuhkan sakit kuning. Atau Biduran (Bhs Sasak : Edeh) dengan membuat ramuan dari daun bebele, kencur (bhs Sasak : Cekuh) ditumbuk halus campur air sedikit kemudian oleskan pada bagian badan yang biduran akan menyembuhkan dan beberapa yang lainnya.

Hal menarik lainnya adalah dipilihnya Dusun Sumur Pande Lauk, Desa Sesait sebagai lokasi pelatihan, karena letak geografis yang ditengah-tengah sehingga memudahkan peserta pelatihan untuk menjangkau lokasi. Selain itu, keragaman tanaman obat yang ditemukan dapat merepresentasikan jenis tanaman obat di Masyarakat Suku Sasak Lombok yang akan diidentifikasi oleh peserta pelatihan. Semoga proses ini tidak hanya terbatas dengan peserta dari 4 desa yang berpartisipasi tetapi bisa diperluas jangkauannya baik peserta, keragaman tanaman obat yang ditemukan dan dibagikan untuk masyarakat sasak lain. (Yok)

Read 103 times
Last modified on 07 Agustus 2019
Yoga Aryo

Email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.