
Selama dua hari, pada 16–17 Juli 2025, seluruh staf Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) berkumpul dalam Rapat Staf Semester I. Pertemuan ini merupakan ruang konsolidasi antar komisi dan biro untuk mengevaluasi pelaksanaan program, mendiskusikan capaian dan dinamika yang mempengaruhi tujuan organisasi, menyosialisasikan kebijakan dan nilai, serta memperkuat kapasitas SDM. Rapat ini juga menjadi momentum penting untuk menyusun penyesuaian rencana program semester II, menindaklanjuti proyek-proyek yang telah berakhir, serta mendalami Panduan Operasional Kerja (POK) sebagai upaya memperkuat tata kelola dan efektivitas pelaksanaan program ke depan.
Hari pertama dibuka dengan pengantar dari Andreas Subiyono, yang menegaskan pentingnya keterlibatan dan kontribusi aktif seluruh staf dalam proses evaluasi kinerja komisi dan biro dalam pelaksanaan program semester 1 secara konstruktif termasuk bagaimana menilai SDM sebagai sebuah tim kerja. “Kalau kita tidak punya visi tentang kapasitas diri lima atau sepuluh tahun ke depan, maka program yang dikembangkan hanya akan menjadi kegiatan rutin tanpa arah,” ungkapnya.

Rapat Staf kali ini menjadi proses yang menarik karena ada metode berbeda yang mendorong daya kreatifitas yang melibatkan keterlibatan seluruh tim di komisi dan biro. Metode berbeda tersebut adalah penggunaan market stall atau cafe stand sehingga memacu masing-masing harus mendesain presentasi yang menarik tapi mampu memberi gambaran tentang capaian dan hasil selama 1 semester. Bagi staf lain yang tidak bertugas untuk presentasi dan berperan sebagai pengunjung stall/stand secara kritis mendengarkan presentasi dan secara kritis memberikan tanggapan dalam salah satu kategori : pertanyaan, klarifikasi data dan input.
Dalam penutup, semua staf diajak untuk kembali kritis melihat input dan rekomendasi sebagai dasar penyesuaian rencana semester II. Staf perlu memiliki analisa resiko dan merumuskan ulang indikator yang akan dilakukan pada semester kedua dengan mempertimbangkan: efektifitas, efisiensi dan konteks yang relevan dengan kondisi di masing-masing lingkup kerjanya. Tahun ini, supervisi dan pelaksanaan aturan perlindungan dan keamanan kerja menjadi prioritas kebijakan yang ditekankan di semua level dan area kerja YSI. Selain itu tetap menjaga bahwa pembelajaran yang didapatkan sejak proses evaluasi, rapat staf menjadi refleksi internal yang sinergis, adaptif, dan berdampak kemudian menjadi pengetahuan bagi YSI sebagai organisasi yang menjadi rujukan pemberdayaan masyarakat dan mitra kerjanya.

