
Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) berpartisipasi dalam pertemuan Indonesian Climate Change Alliance (ICCA), yang diselenggarakan pada 23–25 April 2025 di Crystal Crown Hotel, Selangor, Malaysia. Forum ini dihadiri oleh 34 peserta dari 18 organisasi masyarakat sipil yang fokus pada isu perubahan iklim di berbagai wilayah Indonesia. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi dan sinergi antar lembaga untuk memperkuat strategi advokasi iklim.
Pada hari pertama, YSI yang diwakili oleh Hariyoso dan Ikbal Hardiansyah memaparkan pendekatan yang diterapkan dalam pengurangan dampak dan risiko perubahan iklim, khususnya melalui pengembangan sistem pangan lokal yang berkelanjutan. Berdasarkan pengalaman lapangan, YSI menampilkan bagaimana rantai produksi pangan lokal dari budidaya hingga distribusi dapat menjadi solusi konkret untuk memperkuat ketangguhan masyarakat di tengah krisis iklim.

Ikbal Herdiansyah, yang juga manager area program pangan lokal di Kabupaten Kepulauan Mentawai (Sipora), menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan pangan. “Kami tidak hanya fokus pada budidaya keladi, pisang, dan sagu dalam sekolah lapang, tetapi juga memastikan proses pengolahan berjalan baik dari hulu ke hilir. Kapasitas masyarakat ditingkatkan, bibit unggul dipilih, agar kebutuhan pangan dan nilai ekonominya dapat terpenuhi melalui produk olahan di rumah produksi,” jelas Ikbal. Pengalaman lapangan YSI terkait program pangan lokal berkelanjutan ini memperkaya diskusi dalam pertemuan tersebut.

Hari kedua dan ketiga diisi dengan paparan dari Thomas Hirsch (Climate and Development Advisor BfDW) yang membahas dinamika geopolitik dan geoekonomi global serta peluang pendanaan internasional untuk program iklim. Ia mendorong eksplorasi kerja sama dengan negara-negara seperti Jepang, Tiongkok, Arab Saudi, dan Qatar. Selanjutnya, Aryanto dari Publish What You Pay (PWYP) mengulas keterkaitan transisi energi berkeadilan dengan sektor pertanian, serta peran strategis masyarakat sipil dalam mendorong kebijakan transisi energi dari hulu hingga hilir.
Diakhir kegiatan, peserta menyepakati rencana strategis ICCA sebagai panduan kerja bersama, serta merencanakan pertemuan tahunan berikutnya. Forum ini juga menyatakan komitmen bersama untuk melakukan advokasi terkait isu tambang nikel di Kendari. Kehadiran YSI pada pertemuan ini juga menegaskan posisinya sebagai mitra aktif dalam jaringan perubahan iklim, siap membangun kolaborasi yang lebih luas demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan.

