
Pada 30–31 Oktober 2025, Yayasan Auriga Nusantara bersama Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) menggelar Workshop Refleksi dan Aksi Bersama MapBiomas Indonesia di Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan seluruh mitra jaringan MapBiomas Indonesia untuk memaparkan hasil temuan assessment pengembangan platform sekaligus menyusun arah kolaborasi ke depan.
YSI berperan sebagai fasilitator dan assessor dalam proses refleksi. Tim YSI memandu sesi evaluasi terhadap capaian lima tahun perjalanan MapBiomas Indonesia, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menawarkan pilihan solusi untuk memperkuat pengembangan platform. perlu diketahui MapBiomas merupakan jejaring masyarakat sipil yang dibentuk sebagai upaya mendorong transparansi tutupan lahan demi kemaslahatan penduduk dan alam Indonesia.
Selama dua hari, peserta mengikuti proses yang kolaboratif. Pada hari pertama, tim YSI memaparkan hasil assessment yang dilakukan pada Juli–September 2025 terhadap delapan mitra jaringan MapBiomas Indonesia, yaitu HAKI (Sumatera Selatan), HAkA (Aceh), Genesis (Bengkulu), SOB (Kalimantan Tengah), GOB (Kalimantan Utara), KOMIU (Sulawesi Tengah), JERAT (Papua), dan Mnukwar (Papua Barat). Setelah paparan, peserta mendiskusikan hasil temuan dan merumuskan langkah tindak lanjut untuk memperkuat rekomendasi.

Pada hari kedua, peserta mendalami lima isu global yang relevan dengan pengembangan MapBiomas sebagai solusi berbasis data. Peserta dibagi dalam tiga kelompok wilayah, yakni Sumatera (HAKA, HAKI, Genesis), Kalimantan dan Sulawesi (KOMIU, SOB, GOB), serta kelompok Auriga. Setiap kelompok membahas peran regional masing-masing dalam memperluas dampak MapBiomas Indonesia.
Sejak diluncurkan pada 2020, MapBiomas Indonesia telah berkembang berkat kolaborasi lintas organisasi. Platform ini berhasil menyediakan peta tutupan lahan yang lebih akurat dan memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil dalam pemantauan lingkungan. Dari Koleksi 1.0 yang berfokus pada data historis, MapBiomas kini mencapai Koleksi 4.0 dengan kemampuan pemantauan hampir real-time hingga tingkat desa, melacak perubahan lanskap sejak 1990 hingga 2024.

Workshop refleksi lima tahun ini menandai momen penting untuk menegaskan kembali arah bersama. Melalui fasilitasi YSI, kegiatan ini menghasilkan tiga rumusan tindak lanjut berupa: Meningkatkan validitas dan kredibilitas data MapBiomas Indonesia, Mengidentifikasi isu-isu strategis yang dapat dikembangkan melalui data MapBiomas serta Memperkuat kapasitas jaringan dalam komunikasi publik, analisis data, dan kolaborasi lintas wilayah agar tetap relevan, kredibel, dan berdampak bagi pengelolaan data lingkungan di Indonesia.

