
Lokakarya Scholar Leadership for Change yang berlangsung di Yogyakarta pada 14–15 Oktober 2025 mempertemukan 14 orang penerima beasiswa (scholar) dan 12 orang perwakilan dari 14 organisasi masyarakat sipil Memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil dalam menghadapi isu global melalui pemetaan profil dan program inti, serta mendorong kolaborasi dan pembelajaran bersama dalam jaringan Leadership for Change.
Hari pertama dimulai dengan pembukaan dan pengantar oleh tim YSI. Peserta diajak memahami lima isu global dan tantangan yang dihadapi OMS melalui paparan data dan analisis oleh Andreas Subiyono. Sesi berikutnya menghadirkan Damar Juniarto dari PIKAT yang membahas peran OMS di era transformasi digital. Ia menyoroti peluang dan risiko digitalisasi bagi gerakan masyarakat sipil. Diskusi berlangsung dinamis, dengan peserta menanggapi bagaimana gerakan rimpang dan NGO dapat saling melengkapi.

Sore harinya, talkshow dengan narasumber I Gusti Agung Made Wardana dan Titi Soentoro memperluas pemahaman peserta tentang keterkaitan perubahan iklim, ketimpangan global, serta pemberdayaan perempuan. Peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman dari lapangan. Hari pertama ditutup dengan refleksi bersama dan malam keakraban yang memperkuat jejaring antar-lembaga.
Hari kedua difokuskan pada pengolahan hasil asesmen dan kolaborasi. Peserta dibagi dalam kelompok untuk meninjau hasil self-assessment, memetakan kekuatan dan kebutuhan lembaganya, lalu menyusun rencana tindak lanjut. Dalam sesi FGD, tiap lembaga mempresentasikan hasil analisisnya dan mencari titik kolaborasi lintas isu.
Diskusi hari kedua menampilkan pertukaran pengalaman antarorganisasi, seperti Solidaritas Perempuan FLOBAMORATAS yang berbagi strategi feminis interseksional, JAMTANI yang menyoroti advokasi petani dalam konteks perubahan iklim, YADUPA yang memadukan pelestarian budaya dan advokasi lingkungan di Papua, hingga TREND Asia yang mendorong transisi energi berkeadilan.

Kegiatan ini menghasilkan rencana tindak lanjut berupa penguatan kapasitas lembaga, pembentukan forum kolaborasi antar-OMS, dan integrasi lima isu global ke dalam program kerja. Setiap organisasi berkomitmen menindaklanjuti hasil asesmen, berbagi sumber daya, dan mengembangkan kampanye bersama. YSI akan memfasilitasi pemantauan daring berkala, sementara penerima beasiswa LFC mengaitkan hasil studinya untuk memperkuat lembaga asal dan jejaring Leadership for Change.

