
Pada Senin, 9 Februari 2026, Yayasan SHEEP Indonesia bersama Forum Masyarakat Sipil Mentawai melakukan pertemuan dengan Camat definitif Kecamatan Sipora Selatan. Pertemuan berlangsung di Kedai Kopi Lulak, Sipora Utara. Tujuh perwakilan lembaga hadir dalam diskusi ini. Lembaga yang terlibat antara lain Yayasan SHEEP Indonesia, Yayasan Citra Mandiri Mentawai, Fondasi Hidup, CDRM CDS, dan LP2M.
Pertemuan bertujuan menyelaraskan informasi program yang berjalan di Kecamatan Sipora Selatan. Setiap lembaga memaparkan fokus program, wilayah dampingan, serta capaian hingga awal tahun 2026. Pemerintah kecamatan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kegiatan pendampingan yang berlangsung di desa desa.
Yayasan SHEEP Indonesia memaparkan program kemandirian pangan lokal berkelanjutan di Kecamatan Sipora Selatan. Program berfokus pada pengembangan rumah produksi keladi di Desa Bosua dan rumah produksi pisang di Desa Nemnemleleu. Program juga mencakup edukasi, promosi, dan kampanye pangan lokal di lima desa dampingan. Kegiatan ini mendorong masyarakat kembali mengonsumsi pangan lokal seperti keladi dan pisang serta mengurangi ketergantungan pada beras dari luar wilayah Mentawai.

Camat Sipora Selatan menyampaikan apresiasi terhadap Festival Pangan Lokal Mentawai yang dilaksanakan di Desa Saureinu pada tahun 2025. Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap pangan lokal. Pemerintah kecamatan juga mengapresiasi kolaborasi organisasi masyarakat sipil dalam mendorong penguatan pangan lokal di Mentawai.
Pertemuan ini menghasilkan komitmen untuk memperkuat koordinasi program antara pemerintah kecamatan dan organisasi masyarakat sipil. Pemerintah kecamatan mendorong pemerintah desa untuk mendukung program melalui perencanaan dan penganggaran desa. Para pihak juga menyepakati agenda monitoring bersama untuk melihat perkembangan program dan memperkuat sinergi di lapangan.

