
Dalam rangka memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk melihat bagaimana pengolahan tebu terkait dengan upaya merespons perubahan iklim, anak-anak SD Bopkri Sidomulyo diajak untuk memahami praktik di lapangan terkait dengan pengelolaan pabrik gula Madukismo
Pengolahan limbah menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi emisi. Aktivitas industri menghasilkan limbah cair, padat, dan gas. Jika tidak dikelola, limbah dapat meningkatkan polusi yang berdampak pada iklim. Kunjungan edukatif ini memperlihatkan hubungan antara proses produksi, pengelolaan limbah, dan upaya mitigasi perubahan iklim. Siswa perlu melihat proses ini agar memahami bahwa keputusan industri mempengaruhi lingkungan.

SD BOPKRI Sidomulyo 1 didampingi oleh YSI dan melaksanakan outing class yang diikuti oleh 82 siswa kelas 4 dan 5. Tujuannya meningkatkan pemahaman siswa tentang industri, lingkungan, dan hak anak atas lingkungan yang aman. Siswa mengobservasi proses produksi, jenis limbah, dan sumber polusi dari aktivitas pabrik.
Siswa melihat alur pengolahan tebu dari tahap awal sampai akhir. Mereka mempelajari ekstraksi, pemurnian, penguapan, kristalisasi, dan pengepakan. Mereka mencatat bagaimana pabrik mengelola limbah cair dan padat. Limbah tersebut diolah kembali dan dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk mesin pengolah tebu. Siswa menangkap bahwa langkah ini membantu menekan polusi udara.

Beberapa siswa mencatat bahwa pabrik memanfaatkan limbah menjadi pupuk. Mereka juga mengamati pemantauan cerobong agar emisi tetap sesuai batas. Catatan siswa menunjukkan pemahaman tentang hubungan antara proses produksi dan dampak lingkungan.
Setelah observasi, siswa mengerjakan lembar kerja. Guru, tim YSI, dan staf pabrik mendampingi. Jawaban siswa memperlihatkan pemahaman tentang proses produksi dan risiko lingkungan. Beberapa siswa memberi ide seperti penanaman pohon di sekitar pabrik dan peningkatan sistem filtrasi.
Seorang guru menyampaikan bahwa siswa lebih mudah memahami isu lingkungan setelah melihat langsung proses produksi. Beberapa siswa mengatakan bahwa mereka mengetahui bahwa limbah dapat diolah dan dimanfaatkan kembali. Guru SD BOPSI merencanakan tindak lanjut berupa diskusi kelas tentang perubahan iklim dan tanggung jawab industri. Kegiatan ini memberi pengalaman langsung bagi siswa untuk melihat bagaimana pengolahan tebu terkait dengan upaya merespons perubahan iklim. Mereka tidak hanya belajar teori tetapi memahami praktik di lapangan.

