
Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) melalui Bidang Pangan telah memfasilitasi Pelatihan Peningkatan Kapasitas Set-Up Rumah Produksi bagi 6 Organisasi Masyarakat Basis (OMB) di wilayah Siberut. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan berfokus pada penguatan kemampuan OMB dalam perencanaan usaha, analisis kelayakan, serta manajemen rumah produksi agar lebih efektif dan berkelanjutan.
Pada hari pertama, peserta mempelajari perencanaan dan analisis usaha. Mereka menghitung kebutuhan modal, biaya produksi, dan proyeksi keuntungan berdasarkan jenis usaha yang dijalankan, seperti budidaya kepiting dan olahan pisang. Salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini membantu mereka memahami cara menilai kelayakan usaha secara nyata sesuai potensi dan kondisi desa masing-masing.

Hari kedua difokuskan pada manajemen pengelolaan rumah produksi. Peserta menelaah struktur organisasi, pembagian peran, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan dalam pengolahan produk pangan. Diskusi berjalan aktif saat peserta membandingkan sistem manajemen antar OMB dan berbagi pengalaman dalam mengelola usaha kecil di desa mereka. Selain teori, peserta juga melakukan simulasi pengelolaan rumah produksi berbasis pisang dan keladi untuk memperdalam pemahaman praktis.
Menurut pengurus OMB Sipaalei, Ojuk Alcide Saleilei, pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama pada bagian simulasi alur proses penjualan. Sebelumnya, hanya satu orang yang berperan dalam penjualan kepiting segar. Melalui simulasi ini, mereka memahami bahwa seluruh anggota dapat memiliki peran strategis dalam mencapai tujuan rumah produksi dan organisasi. Simulasi yang rinci membantu menggambarkan tanggung jawab setiap peran dengan jelas. Ojuk menambahkan bahwa pelatihan ini menambah pengetahuan dan akan mereka terapkan ketika usaha berjalan.

Pelatihan ini tidak hanya memperkuat aspek teknis, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengalaman dan gagasan antar OMB. Dalam sesi diskusi, peserta saling berbagi praktik baik dan tantangan dalam mengelola usaha di desa. Misalnya, OMB Sipaalei berbagi strategi menjaga kualitas bahan baku saat musim hujan, sementara OMB dari Katurei menjelaskan cara mereka menjaga kepiting tetap fresh saat dibeli konsumen. Pertukaran ini memunculkan ide kolaborasi antar OMB, seperti rencana berbagi bahan kemasan dan kerja sama distribusi produk antar desa. Peserta merasa lebih percaya diri untuk memperbaiki sistem manajemen usaha mereka dan YSI berkomitmen menindaklanjuti hasil pelatihan melalui pendampingan lanjutan di desa masing-masing.

