
Pada Jumat, 10 Oktober 2025, Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) bersama Organisasi Masyarakat Basis (OMB) Tafena Hit Kuan menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas analisa usaha bagi anggota kelompok di Desa Kairane. Pelatihan ini semakin memperkuat kemampuan anggota untuk memiliki hasil analisa usaha yang kemudian digunakan untuk langkah pengembangan unit pendukung rumah produksi dan budidaya ayam kampung.
Rossi, Manager Area Kupang, menjelaskan bahwa analisa usaha menjadi kunci untuk merencanakan usaha dan memastikan usaha layak dijalankan dan memberikan manfaat serta peningkatan ekonomi. Peserta diajak memahami komponen utama analisa usaha, mulai dari analisa pasar, perhitungan biaya, hingga potensi keuntungan dan risiko. Melalui diskusi kelompok, peserta saling berbagi pengalaman tentang tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha kecil di desa, serta memetakan persoalan yang dihadapi diantaranya keterbatasan modal dan akses pasar, agar nantinya ada strategi untuk mengatasinya.
Sesi pelatihan dilanjutkan pembelajaran dan praktik dengan menggunakan contoh nyata dari rencana usaha kelompok, yaitu pengembangan unit pengolahan ayam kampung dan produk turunannya seperti abon dan pakan alternatif. Disini, peserta menghitung perkiraan biaya produksi, menentukan harga jual yang realistis, serta memetakan peluang pasar di sekitar wilayah desa. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini membantu mereka memahami hubungan antara biaya, keuntungan, dan strategi pemasaran secara lebih konkret. Disini ditekankan, kemampuan analisa usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadi dasar untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan kemandirian ekonomi kelompok. Hal ini yang didorong ke peserta agar menerapkan hasil pelatihan ini dalam usaha masing-masing dan mulai menyusun rencana bisnis kelompok yang lebih terarah dan terukur.

Sebagai tindak lanjut, peserta bersama tim pendamping akan menyusun analisa usaha yang lebih lengkap untuk setiap komoditas yang dikembangkan. Mereka juga akan menyusun prosedur kerja kelompok terkait pembagian tugas dan manajemen usaha, serta merancang pembangunan rumah produksi yang berperspektif pengurangan risiko bencana dan GEDSI. Selain itu, kelompok berencana memperluas kemitraan dengan pemerintah kabupaten Kupang, pemerintah desa, OMB dampingan lain sebagai pendukung rumah produksi, masyarakat sebagai penyedia bahan baku, dan jaringan pengepul dari desa hingga kota untuk memperkuat kapasitas teknis dan memperluas akses pasar.

