
Pembangunan sistem produksi pangan lokal yang berkelanjutan tidak bisa lepas dari keberadaan pasar yang mampu menyerap hasil olahan kelompok masyarakat. Selama ini, produk pangan lokal yang dihasilkan oleh kelompok-kelompok masyarakat desa umumnya hanya beredar di pasar-pasar lokal sekitar wilayah mereka;Keterbatasan akses ini menjadi tantangan tersendiri, padahal potensi produksi maupun nilai ekonomi dari pangan lokal tersebut sebenarnya bisa jauh lebih besar jika mendapat akses ke pasar yang lebih luas.
Melihat hal tersebut, kelompok Organisasi Masyarakat Basis (OMB) mitra Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) mulai menjajaki peluang untuk memperluas jangkauan pasar. Lebih dari sekadar menjual produk ke tempat yang lebih jauh, mereka juga ingin memahami bagaimana sebuah produk dipersiapkan agar sesuai dengan standar pasar—baik dari segi kemasan, informasi produk, harga, maupun konsistensi kualitas agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.
penjajakan itu dilakukan oleh beberapa OMB seperti OMB Tunas Muda Raknamo, OMB Tafena Hit Kuan Oefeto, OMB Tafena Kuan Kairane, OMB Nekamese Fatukanutu, dan OMB Tnao Tit Kuanheum. Dalam kegiatan ini, mereka melakukan kunjungan langsung ke sejumlah titik penting di Kota Kupang, seperti Pasar Inpres, Pasar Oeba, dan Depot Daging Aldia. Selain itu, mereka juga bertemu dengan dua pengepul hasil pertanian skala besar dan seorang pengepul jagung yang memiliki peran strategis dalam distribusi hasil pertanian di wilayah kabupaten Kupang untuk belajar secara langsung tentang preferensi konsumen, mekanisme pengumpulan dan distribusi, serta standar-standar penting yang harus dipenuhi agar produk mereka dapat diterima oleh pasar.

Salah satu peserta, Abdul Majid menyampaikan kesannya: "Dari kegiatan ini kami jadi tahu bahwa menjual produk tidak cukup hanya membawa hasil panen ke pasar. Kami belajar bahwa produk harus punya tampilan yang baik, informasi yang jelas, dan tentu kualitas yang konsisten."

Selain memberikan pengalaman praktis, penjajakan ini juga menghasilkan data awal untuk pengembangan rumah produksi kelompok. Data tersebut mencakup informasi mengenai pelaku pasar, lokasi distribusi, jenis produk yang dibutuhkan, serta model kerja sama potensial untuk perluasan pasar pangan lokal.

