REFLEKSI

Lingkungan 04 Desember 2017 Yayasan SHEEP Indonesia

Emergency Response (ER) : Kekeringan Raijua, Nusa Tenggara Timur ( bagian 2 )

Rate this item
(0 votes)

Raijua, Nusa Tenggara Timur – Rentang waktu Oktober hingga Desember 2017 YSI melakukan program Emergency Response (ER) kekeringan pada 3 desa (Ballu, Bolua, Kolorae) dan 2 Kelurahan (Ledeke dan Ledeunu) wilayah Raijua. Tahun ini wilayah Raijua mengalami kekeringan terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

 

ER yang dilakukan YSI berupa dropping air bersih, distribusi 300 unit SAP (Saringan Air Praktis) untuk kebutuhan minum serta pembagian drum air volume 200 liter (20 drum tiap desa) dibagikan secara merata pada 3 desa dan 2 kelurahan wilayah Raijua. Khusus untuk kelurahan Ledeunu yang tidak memiliki penampungan air diberikan water tank kapasitas 2300 liter sebanyak 5 unit.

Dropping air dilaksanakan sekali dalam seminggu dengan asumsi setiap jiwa mendapatkan 15 liter/dropping. “ ….masing-masing mendapatkan 15 liter/jiwa/dropping, memang belum mencukupi namun setidaknya YSI berusaha mendekatkan air bersih kepada warga desa di Raijua”, jelas Sulis staf YSI yang ikut mendukung persiapan program ER kekeringan di Raijua.

Dalam proses dropping air bersih bukan tanpa kendala. Salah satu kendalanya ialah berkurangnya debit air bersih di penampungan, sehingga pengambilan air mulai dibatasi sebagai upaya antisipasi pemerataan kebutuhan air bersih masyarakat raijua.

Untuk proses monitoring dan evaluasi, YSI menggandeng warga di masing-masing desa untuk turut serta berpartisipasi aktif dalam mengawal jalannya program ER kekeringan Raijua.


-Tina- 

Read 263 times
Last modified on 08 Desember 2017