Diskusi Embrio Jaringan ini dilakukan di sebuah rumah makan di Kecamatan Keling kabupaten Jepara, 13 Juli 2007. Diikuti oleh 16 orang. 12 Odha—Orang dengan HIV/AIDS, 4 Ohida-Orang Hidup dengan HIV/AIDS. Odha adalah istilah untuk orang yang HIV+, Ohida adalah mereka yang dengan suka rela mendampingi para Odha (bisa aktivis, bisa masyarakat umum yang peduli, bisa juga keluarga Odha).
Diskusi jaringan digunakan untuk membahas persoalan yang dihadapi ODHA dengan status yang disandang saat ini; Odha dan Ohida. Mereka yang terlibat dalam diskusi ini berasal dari beberapa kota di Jawa Tengah, antara lain: Pati, Blora, Purwodadi, Jepara dan Sragen. Latar belakang mereka bermacam-macam, yaitu: ibu rumah tangga, mantan pecandu narkoba, mantan pekerja seks komersial, dan pekerja seks aktif. Mayoritas Odha mengetahui kondisinya dari hasil tes VCT-Voluntery Conseling & Testing yang dikembangkan oleh beberapa rumah sakit di Jawa Tengah.
Bagi para Odha, masalah utama yang dihadapi setelah mereka divonis HIV+ adalah masalah yang berhubungan dengan persoalan mental: minder, tidak percaya diri, takut, selalu dihantui bayangan-bayangan buruk (kesakitan luar biasa, tidak diterima lingkungan, kematian) hingga mengalami perubahan perilaku (menjadi pemarah, pemurung, penyendiri, dll). Dari 12 Odha yang menuturkan perubahan yang dihadapi pasca vonis HIV+, hanya ada 1 Odha yang mengeluh soal staminanya yang cenderung menurun sejak dia diketahui HIV+. Artinya, secara fisik mayoritas Odha yang berkumpul saat itu belum ada yang menghadapi persoalan serius.
Namun demikian, mayoritas dari mereka juga menjelaskan soal bagaimana mereka diperlakukan oleh “rejim” medis. Ditolak dokter atau rumah sakit, diperlakukan tidak adil oleh petugas kesehatan sudah merupakan menu umum saat mereka mengakses layanan kesehatan. Kenyataan ini membuat mereka semakin tertekan. Di saat mereka sakit, mereka selalu mengalami kebingungan tentang pilihan berobat kemana. Oleh karena itu sebagian dari mereka kemudian melakukan hunting, mencari petugas dan layanan kesehatan yang ramah terhadap mereka.
Oleh karena itu, salah satu masalah yang cukup serius yang didiskusikan pada forum ini adalah kebutuhan mereka terkait dengan akses kesehatan yang murah, ramah dan tidak diskriminatif. Selamaini, pilihan atas pengobatan tradisional menjadi salah satu bagian alternative bagi mereka. “Daripada harus bermasalah dengan pekerja kesehatan, mending berobat alternative, mas,’ begitu jelas salah seorang dari mereka. Sayangnya mereka masih belum memiliki pengetahuan yang baik soal obat alternative.
Masalah lain yang dihadapi oleh mereka adalah akses ARV. Obat yang harus dikonsumsi seumur hidup oleh Odha dengan aturan ketaatan minum obat yang ketat. Saat ini ARV hanya disediakan di rumah sakit- rumah sakit tertentu di Jawa Tengah. Secara kebetulan di wilayah mereka, belum ada rumah sakit yang ditunjuk sebagai penyedia stok ARV, sehingga mereka harus mengambil obat ke Semarang (RS. Kariyadi dan RS. Panti Wiloso Citarum) setiap bulan. Padahal banyak dari mereka yang merupakan warga desa terpencil. Di samping persoalan biaya transportasi, persoalan waktu juga menjadi kendala.
Beberapa persoalan ikutan yang juga mereka hadapi adalah terkait dengan persoalan ekonomi. Persoalan yang ini tidak jauh berbeda dengan persoalan masyarakat miskin pada umumnya; mencari pekerjaan sulit, bekerja hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan lain-lain. Dalam konteks ini, kampanye perubahan perilaku yang sering digembar-gemborkan khususnya kepada mereka yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK) menjadi sangat sulit diwujudkan. “Jangankan cari pekerjaan lain mas, lha wong kerja “begituan” aja dapat duitnya susah,” begitu kilah mereka.
Di akhir forum ini, masalah dan beberapa usulan solusi yang muncul pada diskusi ini akan dirumuskan sebagai program kerja jaringan. Hal-hal yang tidak mampu diusahakan oleh internal mereka akan dikomunikasikan ke jaringan untuk mendapatkan dukungan.
One Year of Rehabilitation Phase Post Tsunami Disaster in West Aceh...
putar
"Togetherness & hard Work Define Our Future" , People to people exchange Towards Peace building...
putar
Community Based Rehabilitation on Health and People's Economic after Tsunami and Civil Conflict in East Aceh...
putar
Water Filter...
putar