Jangan buang sampah sembarangan di SD Pangonan I !


    Banyak orang telah terbiasa membaca atau menemukan tulisan atau himbauan jangan membuang sampah sembarangan di setiap ruang publik, namun reaksi terkadang tidak seperti yang diharapkan sesuai himbauan. Perilaku tidak membuang sampah sembarangan ternyata lebih mudah diucapkan dan dituliskan, namun sangat sulit dilakukan secara konsisten. Seperti halnya yang terjadi di SD Pangonan 01, Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. "Buanglah Sampah Pada Tempatnya," begitu bunyi tulisan dipapan yang sudah lusuh di pojok gedung sekolah dasar itu. Kondisi yang ditemukan kontras dengan tulisan dipapan, sampah banyak berserakan di halaman sekolah. Kebanyakan berupa plastik pembungkus makanan ringan yang dikonsumsi murid-murid sekolah SD Pangonan 01. Padahal jika kita dapat melihat secara kritis, Sekolah dasar merupakan media yang dapat digunakan bagi proses belajar dini dan menentukan jika disertai dengan bimbingan yang mampu membuat anak-anak mengerti pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan dan peka terhadap sekitarnya.


    Tulisan dan kondisi tersebut merupakan kesan pertama ketika Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) berkunjung di sekolah SD Pangonan 01. Kunjungan YSI terkait dengan rencana kerjasama antara YSI dengan pihak sekolah serta komite sekolah untuk program pengurangan risiko bencana (PRB). Paska diskusi dan terbangun kesepakatan tentang maksud kunjungan, YSI melalui staf pengorganisasian masyarakat yang bekerja di lapangan mulai melakukan penentuan detail apa yang akan dilakukan kedepan bersama pihak sekolah. Dalam proses diskusi itu, kesan YSI tentang sampah di sekolah juga menjadi salah satu materi diskusi yang kemudian disepakati untuk diadakan program kerjasama terkait dengan pengelolaan sampah di sekolah. Hasil yang diinginkan sederhana; yaitu bagaimana membiasakan anak-anak didik untuk membuang sampah pada tempatnya. "Membiasakan diri bukanlah hal instant yang dapat segera dilihat perubahannya" sehingga bagaimana aktivitas sederhana mampu dipahami anak-anak memjadi pilihan strategi yang harus dipikirkan untuk mendapatkan hasil yang berkelanjutan. Untuk itu, program yang telah dilakukan dimulai melalui pemberian penyuluhan kepada murid-murid tentang apa yang disebut sampah, bahayanya sampah sehingga perlu agar dikelola dengan hati-hati, termasuk pengenalan metode pemilahan sampah organik dan non organik.

    Sasaran awal program adalah murid kelas IV, V dan VI yang mampu memahami penjelasan secara jelas dan harapan mampu menerapkan program pengelolaan sampah sehingga dapat menjadi contoh bagi adik kelasnya. Selain itu, untuk menarik minat murid-murid, mereka diajak berkreasi menggambar tong sampah yang selanjutnya akan ditempatkan di kelas masing-masing, setidaknya proses tersebut melibatkan anak-anak sejak awal.

    Paska kegiatan tersebut, sampai saat ini dampak yang dirasakan pihak sekolah adalah perubahan para murid; yaitu mereka mulai membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Proses tersebut diharapkan terus berlanjut dan secara konsisten dilakukan,; untuk itu, peran guru-guru terus memberikan bimbingan dan melakukan pengawasan terhadap murid-muridnya.


    Kegiatan pengelolaan sampah di SD Pangonan I tersebut menjadi salah satu implementasi bagi YSI dalam merealisasikan kegiatan nyata pada program pendidikan lingkungan sekolah dan bagian dari proses diskusi yang digagas bersama sekolah tersebut. Kegiatan lainnya adalah pengenalan lingkungan sekolah, pengenalan sumber mata air yang dimanfaatkan sekolah serta mengenal jenis tanaman di sekitar sekolah. Beberapa program tersebut harapannya dapat melatih siswa untuk mengenal lingkungannya sendiri sehingga sejak usia anak-anak kritis terhadap lingkungan, belajar menjaga dan melestarikan lingkungannya.



Artikel terkait

comments powered by Disqus
« Juli 2014 »
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Komentar terkini



One Year of Rehabilitation Phase Post Tsunami Disaster in West Aceh One Year of Rehabilitation Phase Post Tsunami Disaster in West Aceh... putar

"Togetherness & hard Work Define Our Future" , People to people exchange Towards Peace building... putar

Community Based Rehabilitation on Health and People's Economic after Tsunami and Civil Conflict in East Aceh Community Based Rehabilitation on Health and People's Economic after Tsunami and Civil Conflict in East Aceh... putar

Water Filter Water Filter... putar

Lainnya >>

kembali ke atas

Copyright © 2013 Yayasan SHEEP Indonesia. All rights reserved.