Malam Refleksi dan Syukuran 5 Tahun Yayasan SHEEP Indonesia


    "Hanya hidup bagi sesama adalah hidup yang bermakna", ungkap Pak Humphrey pada malam refleksi dan syukuran ulang tahun Yayasan SHEEP Indonesia (YSI). Kalimat sederhana yang diucapkan oleh Albert Einsten tersebut menjadi semangat dan motto YSI dalam menjalankan mandatnya. Jumat tanggal 30 Mei 2010 yang lalu genap 5 tahun perjalanan YSI. Banyak dinamika yang mewarnai dalam menjalankan mandat pemberdayaan dan advokasi masyakarat di bidang kesehatan, pendidikan, kelestarian lingkungan hidup dan perdamaian. YSI telah menjabarkan mandate tersebut dalam beberapa program strategis. Dimulai dari Tanggap darurat dan rehabilitasi paska Tsunami di Aceh, pemberdayaan masyarakat marjinal di Aceh Timur, pengelolaan resiko bencana berbasis masyarakat di Jawa Tengah, pendampingan Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Jawa Tengah, dan program pemberdayaan masyarakat di DIY. Banyak hal telah dilakukan dan banyak hal juga telah dicapai, namun YSI harus bisa selalu mulat sarira angrasa wani. Sebuah pepatah Jawa yang berarti berani mawas diri, melihat diri sendiri atau selalu melakukan instropeksi. Sebagai salah satu wujud mulat sarira, YSI mengadakan Malam Refleksi dan Syukuran bersama mitra tepat pada hari ulang tahun ke-5.
    Malam Refleksi dan Syukuran yang dibuka oleh Ketua Dewan Pengurus Bapak Andreas Subiyono tersebut dihadiri oleh para Dewan Pembina dan pengawas YSI, staf YSI, lembaga mitra sekitar Yogya, perwakilan organisasi masyarakat basis di wilayah dampingan, dan perwakilan warga di sekitar kantor YSI (para ketua RT, RW, perwakilan pasien klinik dan Posyandu Lansia di Sapen). Acara diisi dengan refleksi dari beberapa organisasi mitra terkait keberadaan dan peran YSI, pemotongan tumpeng oleh Kyai Haji Abdul Muhaimin selaku Ketua Dewan Pengawas, refleksi singkat oleh Bapak Dominus Doktor Humphrey Sudarmadi Kariodimedjo selaku Ketua Dewan Pembina dan pengungkapan crita awal tentang SHEEP oleh DR. Francis Wahana (pemberi nama), makan malam bersama, serta pemutaran film pendek perjalanan YSI selama 5 tahun.
    Pak Humphrey malam itu juga menyampaikan ungkapan jawa tepa selira sebagai nilai yang harus dijaga, nepakaken dumateng selirane piyambak. Dalam kehidupan sehari-hari juga dapat diartikan bagaimana kita memperlakukan sesama seperti engkau ingin diperlakukan. Pada sesi refleksi oleh mitra, ada beberapa yang menyampaikan refleksi antara lain perwakilan dari sahabat sesama Organisasi Non Pemerintah (Ornop) yang diwakili mbak Anik dari Ekasita, Solo. Perkawanan yang selama ini berjalan telah memberi banyak inspirasi untuk menguatkan satu dengan yang lain dalam mandate masing-masing. Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampi Sawan) yang diwakili oleh Bpk. Sunhadi yang memberikan gambaran kehadiran SHEEP di desa sepanjang sungai Juwana telah membuka banyak persoalan dan bersama mencari pemecahan untuk mengurangi resiko banjir dan keekringan. Masyarakat desa yang selama ini menjadi korban banjir telah terorganisir dan berani berdialog dan mengkritisi kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sungai.
    Perwakilan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) diwakili oleh Gunondo menyaksikan peran Sheep yang member inspirasi dan daya kritis masyarakat yang harus berhadapan dengan upaya pembangunan pabrik semen di wilayahnya. Skills Lab. Fak. Kedokteran Umum UGM, diwakili oleh dr. Mora Claramita, menyampaikan bahwa melalui kerjasama yang dibangun selama ini YSI turut berperan mendidik calon-calon dokter agar tidak hanya berorientasi medis, namun perlu mempunyai prespektif kemanuasian yang utuh.

    Ada juga perwakilan kelopok perempuan Simbarwareh yang diwakili mbak Yuni merasakan betul kehadiran Sheep selama ini telah memberikan dorongan semangat bagi kelompok-kelompok perempuan pedesaan untuk bangkit dan berani memperjuangkan nasib yang selama ini diperlakukan tidak adil oleh pemerintah maupun perusahaan yang mempunyai uang. Namun mereka masih mempunyai harapan untuk kehadirian Sheep di Sukolilo secara khusus dapat ditingkatkan untuk mendampingi beberapa persoalan riil seperti penggusuran pasar tradisonal, perusakan hutan dan mata air serta kesehatan masyarakat.
    Waktu makan malam dijadikan media interaksi antar keluarga besar YSI dan tamu undangan sehingga terasa kekeluargaan yang cair dan akrab. Setelah makan malam dan refleksi oleh mitra selesai, acara ditutup dengan pemutaran film pendek.
    Tanyangan berdurasi sekitar 20 menit tersebut menggambarkan langkah YSI dalam menjalankan mandat selama 5 tahun. Mulai sejak tanggap darurat paska Tsunami di Aceh Barat yang merupakan respon bencana pertama yang dilakukan YSI hingga program-program pemberdayaan di Jawa Tengah dan Aceh Timur yang hingga kini masih berjalan. Penayangan film tersebut tidak dimaksudkan untuk unjuk gigi namun merupakan bagian refleksi YSI. Film tersebut diharapkan dapat mengingatkan semua yang terlibat di YSI akan apa dan siapa YSI?, akan dibawa kemana YSI?, dan mengapa YSI ada?. Semangat dan nilai-nilai yang dibangun sejak awal berdiri harus selalu dijaga dan tidak cepat berpuas diri dengan capaian saat ini. Jalan di depan masih panjang dan terjal, masyarakat yang terpinggirkan dan diperlakukan tidak adil semakin banyak&.YSI harus dapat selalu menjunjung tinggi nilai kesederhanaan dan inklusifitas di mana saja dan kapan saja&..Trimakasih layak diberikan kepada semua saja yang member dukungan kepada keberadaan YSI..Salam damai&

kembali ke atas

Copyright © 2009 Yayasan SHEEP Indonesia. All rights reserved.  
Address: Jl. Bimokurdo 11, Sapen, Yogyakarta 55221
Phone/Fax: +62 (0) 274 542030
Email: office@sheepindonesia.org