Laporan Situasi I Gempa Bumi di Sumatra Barat − 30 September, 2009

    7.6 Richter Scale of Tectonic earthquakes strikes West Sumatra on September 30, 2009 at 05.16 p.m. The quake epicenter was at 57 km Southwest of Pariaman with 71 Km depth. The earthquake causes massive infrastructure damage, injury and death. Last information update tells other 6.8 Richter scale earthquakes also strikes Jambi and Bengkulu with 36 Km depth, on October 1st 2009 at 8.39 a.m. Up to now, there is no fix data on victims and damage toward the earthquake in ambi and Bengkulu.

    Sampai saat ini belum ada data pasti tentang korban dan kerusakan yang muncul akibat gempa di Jambi. Namun, pusat data BNPB mencatat 220 orang meninggal dunia yang terdiri dari 144 orang di Kota Padang, 62 orang di Kab. Padang Pariaman, dan 14 orang di Kota Pariaman akibat gempa di Sumatera Barat. Jumlah ini kemungkinan dapat bertambah karena masih banyak warga yang tertimbun di reruntuhan rumah dan bangunan yang belum bisa dievakuasi. Goncangan gempa yang sangat kuat dirasakan hingga ke Malaysia dan Singapura. Ratusan bangunan baik berupa hotel, kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, pertokoan, tempat ibadah, rumah sakit, dan rumah di Padang dilaporkan rusak parah dan roboh. Gempa juga mengakibatkan beberapa titik longsor sehingga menghambat lalu lintas darat.
    Paska gempa warga tinggal di luar rumah untuk mengantisipasi gempa susulan yang terjadi. Pada malam hari warga, terutama yang rumahnya rusak parah dan hancur, tinggal di tempat ibadah, rumah saudara dan tetangga, dan mendirikan tenda di tempat terbuka.

    Paska gempa pemerintah telah melakukan koordinasi rencana respon dan menetapkan masa tanggap darurat selama dua bulan. Pemerintah mulai mengirimkan bantuan logistik dan kesehatan termasuk dokter bedah ke lokasi bencana. Basarnas juga telah memobilisasi tim yang akan membantu proses pencarian dan penyelamatan korban. Sejumlah lembaga yang telah masuk ke wilayah bencana antara lain CRS, Oxfam, Mer-C, HOPE Worldwide, Mercy Malaysia, Mercy Corps, Caritas, IMC, Global Medic, dan World Vision International. Sampai saat ini proses pencarian dan evakuasi korban masih berjalan.
    Pada masa awal paska gempa bantuan medis sangat diperlukan terutama untuk penanganan trauma fisik. Bagi warga yang mengungsi dibutuhkan tenda untuk naungan sementara, logistik pangan, air bersih, dan selimut. Pada masa yang lebih lama bantuan kesehatan diperlukan bagi warga yang tinggal di pengungsian karena biasanya kondisi di pengungsian membuat warga lebih rentan terserang penyakit.
    Yayasan SHEEP Indonesia yang saat ini masih melakukan implementasi program di Aceh Timur, telah sedang melakukan koordinasi dengan beberapa jaringan lokal dan nasional untuk kemudian menentukan kebijakan respon di Sumatra Barat. [Disarikan oleh Komisi Penanggulangan Bencana-Yayasan SHEEP Indonesia]

kembali ke atas

Copyright © 2009 Yayasan SHEEP Indonesia. All rights reserved.  
Address: Jl. Bimokurdo 11, Sapen, Yogyakarta 55221
Phone/Fax: +62 (0) 274 542030
Email: office@sheepindonesia.org