Gempa tektonik berkekuatan 7,3 SR terjadi di Jawa Barat. Pusat gempa terletak di 142 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat dengan kedalaman 30km. Getaran gempa dirasakan hampir di seluruh Jawa. Gempa yang terjadi tanggal 2 September 2009 pukul 14.55 WIB tersebut menyebabkan lebih dari sepuluh ribu bangunan baik rumah, tempat ibadah, kantor, dan pusat perbelanjaan rusak. Data Pusdalops BNPB menunjukkan 46 orang meninggal dunia akibat gempa, 10 orang di Kab. Cianjur, 10 orang di Kab. Garut, 9 orang di Kab. Tasikmalaya, 8 orang di Kab. Bandung, 4 orang di Kab. Ciamis, 2 orang di Kab. Sukabumi, 2 orang di Kab. Bogor, dan 1 orang di Kab. Bandung Barat.
Selain di Jawa Barat, gempa juga menimbulkan dampak kerusakan di Kab. Cilacap, Jawa Tengah. Sekitar 1243 rumah di Kab. Cilacap rusak mulai dari rusak ringan hingga rusak parah dan roboh. Tidak ada laporan korban jiwa di wilayah Jawa Tengah.
Paska gempa warga sempat mengungsi di luar rumah untuk mengantisipasi munculnya gempa susulan. Warga yang rumahnya tidak rusak atau rusak ringan kembali ke rumah mereka. Sebagian dari mereka terutama karena rumah tidak bisa lagi ditinggali, terpaksa tinggal di luar rumah. Pusdalops BNPB mencatat 3.118 orang mengungsi. Namun data nyata di lapangan kemungkinan jauh lebih besar karena jumlah rumah yang rusak mencapai lebih dari sepuluh ribu unit.
Pada kondisi paska gempa, masyarakat di wilayah bencana membutuhkan bantuan untuk tempat tinggal sementara berupa tenda atau terpal. Bantuan logistik pangan juga dibutuhkan warga yang mengungsi. Karena tinggal di luar rumah, warga menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Gangguan kesehatan yang dapat muncul paska gempa antara lain infeksi saluran pernafasan, luka, gangguan kulit, dan diare. Bantuan nutrisi juga sering dibutuhkan terutama bagi anak-anak dan ibu hamil serta ibu menyusui.
Yayasan SHEEP Indonesia berencana melakukan respon di Kab. Garut, Jawa Barat dan Kec. Kampung Laut, Kab. Cilacap, Jawa Tengah. Respon di Kab. Garut akan dilakukan berkoordinasi dengan lembaga jaringan YSI di Garut, Serikat Petani Pasundan (SPP). YSI telah berjejaring dengan SPP dalam peningkatan kapasitas OMS dalam pengurangan resiko bencana. Respon di Kec. Kampung Laut dilakukan dengan melibatkan kelompok masyarakat setempat. Besok, 4 September 2009, kami akan mengirimkan tim assessment untuk memperoleh data nyata di Kec. Kampung Laut, Kab. Cilacap. Kec. Kampung Laut menjadi tujuan pertama karena termasuk wilayah dengan akses transportasi terbatas.
Kami juga berencana mengajukan rencana respon darurat lebih lanjut berdasar data rapid assessment.
Emergency Response Post Earthquake and Tsunami in West Java...
putar
"Togetherness & hard Work Define Our Future" , People to people exchange Towards Peace building...
putar
Community Based Rehabilitation on Health and People's Economic after Tsunami and Civil Conflict in East Aceh...
putar
Water Filter...
putar