Pelatihan dan Lokakarya Pengarusutamaan HIV dan AIDS bagi OMS (organisasi Masyarakat Sipil) di Jawa Tengah dan DIY diikuti oleh 27 peserta dari berbagai OMS (YPL, SPEKHAM, LPH Yaphi, Ekasita, LKTS); termasuk staf internal YSI dan difasilitasi oleh Erlinda Panisales bersama beberapa nara sumber seperti Bp. Andreas Subiyono (YSI) dan Bp. Slamet Riyadi (LP3Y). Pelatihan yang bertujuan membangun persepsi dan pemahaman yang lebih baik tentang HIV/AIDS, kesadaran akan resiko dan kerentanan atas dampak permasalahan yang timbul atas HIV/AIDS, dan komitmen untuk mengarusutamakan HIV/AIDS dalam kehidupan organisasi diselenggarakan oleh YSI dan bertempat di kantor SHEEP Indonesia.
Hari pertama pelatihan dan lokakarya, peserta diajak untuk mengenal tentang Mitos HIV dan AIDS, serta berbagai pengetahuan dari segi medis. Pada sesi tersebut, peserta memperoleh banyak pengetahuan yang benar dan bagaimana menyikapi mitos-mitos tersebut yang sangat berguna untuk menjelaskan pada masyarakat yang selama ini cenderung memahami HIV/AIDS hanya dari sumber-sumber yang terbatas dan belum terbukti secara medis dan data-data valid. Materi selanjutnya adalah berbagi pengalaman kegiatan-kegiatan menangani kasus HIV/AIDS sejak tahun 1995, termasuk apa yang didapat Bp. Andreas Subiyono selama mengikuti konferensi-konferensi di Toronto berkaitan dengan update terbaru persoalan HIV dan AIDS. Sesi ini mengkritisi bagaimana sebagai bagian dari OMS, jangan sampai euforia terhadap metode-metode yang ditemukan, apalagi dengan menghadapi fakta kompleksitas persoalan yang tinggi (lingkungan yang bersih, ekonomi, pendidikan anak, dll). Selain itu, yang terpenting adalah setiap organisasi mampu mempunyai komitmen bahwa HIV/AIDS bukan hanya sebagai sebuah program, namun lebih kepada kesadaran dan concern, serta bukan karena diarahkan pada konstelasi kebijakan tertentu atau trend.
Sesi lainnya adalah tentang fakta HIV dan AIDS; di Indonesia (kebijakan Pemerintah, statistik, dan analisis epidimologinya) yang difasilitasi oleh Bp. Slamet Riyadi (LP3Y). Pada sesi ini, selain banyak diulas tentang data statistik tentang sebaran HIV/AIDS, juga diadakan bagi pengalaman tentang fakta-fakta yang dihadapi masing-masing organisasi, seperti tidak optimalnya peran organisasi atau institusi yang mempunyai mandat dan legitimasi yang jelas dari Pemerintah untuk menangani kasus HIV/AIDS. Maka, untuk menghadapi fakta tersebut, bagaimana strategi yang harus dilakukan ?. Jika fakta saat ini persoalan HIV/AIDS diibaratkan bagai gunung es, bagaimana kesiapan organisasi-organisasi yang terlibat dalam hal ini, termasuk dari ODHA sendiri atau instansi-instansi terkait ? Apalagi pada renstra Pemerintah, antisipasi untuk kondisi ini sudah ada dan menjelaskan mengenai HIV dan AIDS yang tidak hanya sekedar mitos namun fakta.
Selain itu, dalam pelatihan hari pertama, peserta diajak untuk berdiskusi tentang HIV/AIDS dan Stigma di masyarakat, bagaimana jika peserta berada pada posisi penderita dan bagaimana menjadi masyarakat yang mempunyai stigma negatif dan akhirnya mendapat wacana yang jelas tentang HIV/AIDS, serta stigma-stigma apa saja yang berkembang di masyarakat. Wacana lain yang didiskusikan adalah HIV/AIDS dan Gender. Dua wacana tersebut merupakan development issue yang berbeda dan berdampak berbeda, namun sama-sama harus diutamakan; bukan sebagai fokus program namun sebagai mainstreaming.
Pada hari kedua, beberapa sesi yang diulas dan didiskusikan adalah tentang Gender dan Roda HIV, hubungan HIV/AIDS-gender-roles, HIV dan AIDS sebagai isu Pembangunan, serta bagaimana peserta berlatih untuk mengarusutamakan hal tersebut di dalam internal organisasinya. Latihan-latihan ini didiskusikan di masing-masing organisasi dengan menggunakan model 12 kotak untuk membuat analisis kotak : Identifikasi, Kekuatan dan Kelemahan, menentukan tindakan dan prioritas, serta pembuatan rencana dan matriks.
Emergency Response Post Earthquake and Tsunami in West Java...
putar
"Togetherness & hard Work Define Our Future" , People to people exchange Towards Peace building...
putar
Community Based Rehabilitation on Health and People's Economic after Tsunami and Civil Conflict in East Aceh...
putar
Water Filter...
putar